Rehabilitasi Lokasi Bencana Bogor dan Lebak, Dibutuhkan 1,2 Juta Bibit Tanaman

    56
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membutuhkan setidaknya 1,2 juta bibit tanaman untuk merehabilitasi hutan dan lahan sekitar lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bogor dan Lebak dalam 3 bulan ke depan. "Sebanyak 400.000 bibit tersedia di lapangan, hasil kerja sama Taman Nasinal Gunung Halimun Salak dan masyarakat. Itu bibit sudah tersedia, ditempatkan di tiga titik dulu karena akses belum terbuka,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PDASHL KLHK) Yuliarto Joko Putranto di Jakarta, Rabu (15/1).

    Ia menyebut butuh 1,2 juta bibit tanaman untuk rencana rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di sana sehingga masih kurang 800.000 bibit dan memungkinan akan didatangkan dari luar daerah.

    Analisis data spasial dan penentuan indikatif lokasi RHL sudah dilakukan di minggu ke-1 Januari 2020, dilanjutkan dengan observasi lokasi terdampak bencana dan penyusunan rencana operasi RHL pada minggu ke-2.

    Pada minggu ke-3 pelaksanaan rehabitasi hutan dan lahan dilaksanakan dengan menyiapan bibit, penanaman RHL, penanaman vertiver, pembuatan kebun bibit desa (KBD) dan bangunan konservasi tanah dan air (KTA).

    Penanaman vertiver di wilayah longsor. Terkait dengan hal ini pihaknya menyiapkan skema pelaksanaan di lapangan karena melibatkan TNI dan masyarakat. "Kami selesaikan sampai Maret, kamisiapkan bibit lalu penanaman,” katanya.

    Pemerintah akan memberikan insentif untuk pelaksanaan RHL oleh masyarakat. RHL dilakukan selain sebagai tanggap bencana juga untuk mitigasi karena berdasarkan analisis spasial yang telah dilakukan terdapat daerah rawan bencana. Sebagian desa ada yang dalam kawasan taman nasional, sebagian besar ada di area penggunaan lain (APL).

    KLHK akan melakukan penanaman pada lokasi terdampak bencana seluas 2.500 hektare (ha), seluas 1.900 ha dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan 600 ha berada di luar kawasan.

    Sementara itu, ia mengatakan pembangunan KTA berupa Dam Penahan sebanyak 250 unit, Gully Plug sebanyak 750 unit, Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH), penguatan tebing ekohidrolika serta penanaman vertiver. (son)