Garuda Indonesia, Dari Emirsyah Satar ke Irfan Setiaputra

    38
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia yang dihadiri pemegang 23.386.793301 lembar saham atau 90,34% persen menyetujui penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru menggantikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang menjabat sejak September 2018.

    RUPSLB ini juga memperkuat keputusan Dewan Komisaris perihal pemberhentian sementara Direktur Utama dan beberapa jajaran Direksi. Dengan demikian RUPSLB ini memberhentikan secara resmi jajaran direksi tersebut, yaitu Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra,. Direktur Human Capital Heri Akhyar, Direktur Teknik & Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo & Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal.

    Selanjutnya RUPSLB 2020 turut memberhentikan dengan hormat Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah. Lebih lanjut, RUPSLB 2020 ini juga memberhentikan dengan hormat Sahala Lumban Gaol sebagai Komisaris Utama dan menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama Garuda Indonesia yang baru.

    RUPSLB ini juga telah menunjuk jajaran direksi dan dewan komisaris baru Garuda Indonesia. Dengan demikian, susunan direksi terbaru Garuda Indonesia saat ini adalah sebagai berikut Direktur Utama Irfan Setiaputra, Wakil Direktur Utama Dony Oskaria, Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi  Ade R. Susardi? Direktur Niaga dan Kargo M. Rizal Pahlevi, Direktur Keuangan & Manajemen Resiko Fuad Rizal, Direktur Human Capital  Aryaperwira Adileksana, Direktur Operasi Tumpal Manumpak Hutapea, Direktur Teknik Rahmat Hanafi

    Sementara susunan Komisaris yang baru adalah Komisaris Utama Triawan Munaf?Wakil Komisaris : Chairal Tanjung, Komisaris Independen Elisa Lumbantoruan,Komisaris Independen Yenny Wahid, Komisaris Peter F. Gontha
    Adapun secara keseluruhan RUPSLB PT Garuda Indonesia  diselenggarakan dengan mata acara  sebagai berikut Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
    Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN No. PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara, Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

    Quantum Leap

    Jika ditilik ke belakang, Emirsyah Satar merupakan salah satu orang yang instrumental dalam menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan, melalui program transformasi yang dilaksanakan ketika ia memimpin Garuda.

    Saat menjadi "pilot bisnis" Garuda, Emirsyah Satar melaksanakan program jangka panjang yang diberi nama Quantum Leap 2011 – 2015. Melalui program transformasi ini, Garuda pada tahun 2011 berhasil menjadi "perusahaan terbuka" yang dikelola secara transparan dan profesional.

    Koleganya, Erik Meijer yang kala itu menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia pernah mengucap, banyak jasa yang telah disumbangkan Emir kepada Garuda. "Saya melihat ketika Garuda Indonesia dipimpin Pak Emir, menjadi perusahaan yang bisa setingkat dunia," kata dia di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, saat itu.

    Dia menjelaskan, saat Emir masuk ke Garuda Indonesia, benar-benar dalam kondisi kebangkrutan – karena memiliki hutang yang besar dan pelayanannya jauh dari memuaskan – namun mampu berubah menjadi "airlines" kelas dunia (world-class airline) yang sangat kompetitif dan menguntungkan.

    Kemajuan Garuda saat itu telah menjadi legacy tertinggi dalam sejarah penerbangan Indonesia.
    Sejarah mencatat – dengan langkah perbaikan yang dilakukan di seluruh aspek kegiatan perusahaan – di bawah kepemimpinan Emirysah, PT Garuda Indonesia (GIAA) – sebagai airlines pembawa bendera negara – dinobatkan sebagai "maskapai berbintang lima" oleh Skytrax yang merupakan lembaga pemeringkat penerbangan independen berkedudukan di London.

    Garuda berhasil menjadi sepuluh airlines terbaik dunia, dan meraih penghargaan "the world's best cabin crew" (airlines dengan awak kabin terbaik sedunia), yang sebelumnya selalui didominasi oleh airlines dunia lainnya. (son)