Kapal Diduga Jual Minyak di Tengah Laut, Begini Jawaban Pelindo 1

    720
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kapal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) milik Pelindo 1 Batam yang membawa minyak Ilegal dan diduga menjualnya kepada kapal Singapura berhasil ditangkap DJBC Kanwil Kepri, Senin (20/1) sekitar pukul 03.00 dini hari. Kapal milik Pelindo I Batam itu ditangkap di antara perairan Indonesia dan Singapura, karena diduga melakukan penyulingan minyak (kencing) di tengah laut.

    Namun Pelindo 1 membantah aktivitas kapalnya 'kencing' di tengah laut itu. SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1 M. Eriansyah menerangkan, Kapal KT Sei Deli III milik Pelindo 1 yang diperiksa oleh Tim Patroli Bea dan Cukai Kanwil Batam tersebut sedang melakukan pemindahan bahan bakar untuk kapal TB Celebes yang juga milik Pelindo 1.

    Eriansyah menerangkan, KT Sei Deli III merupakan jenis kapal tunda (tugboat) yang digunakan sebagai sarana pelabuhan untuk membantu menyandarkan kapal ke dan dari dermaga serta melaksanakan pelayanan untuk kegiatan STS (Ship-to-Ship). "Dapat diluruskan bahwa KT Sei Deli III sedang melakukan transfer bahan bakar pada Kapal TB Celebes yang juga milik Pelindo 1. Bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sendiri yang termasuk kebutuhan mesin dan listrik kapal," tegas Eriansyah.

    Pelindo 1, kata dia, telah melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Kapal TB Celebes sejak Agustus 2019 yang lalu untuk memperkuat pelayaran pemanduan di perairan Nipah. Pelindo 1 juga telah menerapkan Good Corporate Governance (GCG) serta mempedomani aturan dan ketentuan regulasi yang berlaku di wilayah kerjanya.

    Didampingi General Manager Pelindo 1 Cabang Batam, Pasogit Satrya Simanungkalit, Eriansyah menjelaskan, Pelindo 1 memiliki enam kapal tunda dan lima kapal pandu yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau meliputi Batuampar, Kabil, Tanjung Uncang, dan Nipah yang bertujuan untuk keselamatan berlayar.

    Ia memastikan, Pelindo 1 menghormati proses pemeriksaan dan penelitian untuk Kapal KT Sei Deli III yang sedang dilakukan oleh pihak Bea dan Cukai serta yakin pemeriksaan ini dapat ditangani dengan baik. "Pelindo 1 melakukan kegiatan operasional yang sesuai dengan penugasan kepada kami secara resmi sebagai Operator Pelabuhan,” terang Eriansyah. (son)