Pemerintah Genjot Investasi Agar Ekonomi Tumbuh 6 Persen

    47
    JAKARTA (Bisnishajarta)-
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menggenjot investasi agar ekonomi Indonesia tumbuh sebesar enam persen sesuai target pembangunan menengah tahun 2020-2024. "Ini akibatnya tingkat investasi itu harus bertambah jadi driver-nya adalah pertumbuhan," katanya di Jakarta, Selasa (28/1).

    Untuk mendorong investasi itu, Menko Airlangga menjelaskan pemerintah mengambil sejumlah kebijakan, di antaranya moneter dengan tingkat bunga rendah karena penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia.

    Selain itu, lanjut dia, kebijakan fiskal dengan memberikan pengurangan pajak berupa super deduction tax dan tax holiday serta reformasi struktural dalam Omnibus Law.

    Super deduction tax, lanjut Menko, diberikan kepada korporasi yang membantu pendidikan vokasi atau pelatihan dengan pemotongan pajak sebesar 200 persen.

    Sedangkan sampai Desember 2019, lanjut dia, pemerintah menyetujui 60 wajib pajak mendapatkan insentif pajak berupa tax holiday dengan rencana investasi Rp1.000 triliun dan menyerap tenaga kerja diperkirakan mencapai 45.700 orang. "Pemerintah mendorong iklim investasi, kami lihat dari peningkatan daya saing ekonomi dan dari ease of doing business," kata Airlangga Hartarto.

    Sedangkan nilai investasi tahun 2020, Menko Perekonomian menyebut pemerintah menargetkan mencapai Rp800 triliun dengan penyerapan tenaga kerja per tahun diharapkan mencapai sekitar dua juta orang.

    Airlangga Hartarto menambahkan hingga triwulan ketiga tahun 2019, nilai investasi mencapai Rp205 triliun atau naik 18 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan menyerap tenaga kerja mencapai 212.581 orang.

    Dalam kesempatan itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan di tengah situasi perekonomian global yang tidak pasti, namun ekonomi Indonesia selama tahun 2019 tumbuh positif pada kisaran lima persen.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu, kata dia, juga turut memberikan andil bagi kinerja kawasan ASEAN yang menjadi satu-satu kawasan yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif. "Jadi Indonesia sangat positif dengan tumbuh lima persen dalam 10-15 tahun maka Indonesia dan ASEAN menjadi kunci perekonomian di region ini," kata Airlangga Hartarto. (son)