BPSDMP-IATA Sepakat Tingkatkan Kualitas SDM Penerbangan Sipil

    34
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Sugihardjo menandatangani Kesepakatan Bersama dengan Vice President Regional Asia Pasific lnternational Air Transport Association (IATA) Conrad Clifford mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang transportasi udara di Jakarta, Jumat (31/1).

    Badan Pengembangan SDM Perhubungan merupakan institusi di bawah Kementerian Perhubungan yang bertugas menyelenggarakan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang transportasi. Sedangkan IATA adalah asosiasi perdagangan untuk maskapai penerbangan dunia yang mewakili sekitar 290 maskapai penerbangan atau 82% dari total lalu lintas udara.

    IATA mendukung banyak bidang kegiatan penerbangan dan membantu merumuskan kebijakan industri tentang masalah penerbangan. Salah satu divisi dari IATA yaitu IATA Training merupakan sumber pelatihan internasional dan pengembangan profesional yang melayani semua sektor industri transportasi udara. "Kesepakatan Bersama dengan IATA ini sebagai landasan para pihak untuk melaksanakan kerja sama pengembangan SDM di bidang transportasi udara melalui pendidikan dan pelatihan,” kata Sugihardjo.

    Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pendidikan dan pelatihan untuk peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang perhubungan udara serta seminar dan pertukaran informasi terkini pada industri di bidang dan kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak. "Kesepakatan Bersama ini akan diatur lebih lanjut dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama antara IATA dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan BPSDMP. Ada delapan (8) UPT di lingkungan BPSDMP yaitu Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Poltekbang Surabaya, Poltekbang Makassar, Poltekbang Medan, Poltekbang Palembang, Poltekbang Jayapura, Akademi Penerbang banyuwangi, dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug yang dikoordinir oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) sebagai implementing agency. Sedangkan pelaksana dari pihak IATA adalah perwakilan IATA yang ada di seluruh dunia”, imbuh Sugiharjo.

    Selain kerja sama dengan IATA, dalam rangka peningkatan kualitas SDM sebagaimana yang telah ditetapkan sebagai program prioritas pemerintah, Kementerian Perhubungan melalui BPSDMP juga bekerja sama dengan banyak institusi lainnya di luar negeri, di antaranya dengan Australian Maritime College, the Royal Melbourne Institute of Technology, Airways International Limited, MLIT Japan serta the Airline Academy of Australia. "Sebagaimana arahan Bapak Menteri Budi Karya Sumadi, salah satu strategi pencapaian link and match antara sekolah-sekolah Kemenhub dengan industri adalah melalui peningkatan kerja sama dengan universitas maupun industri transportasi baik di dalam dan di luar negeri sehingga bisa selalu update terhadap perkembangan industri”, tutup Sugihardjo. (son)