Mendes PDTT Katakan, Perlu Gotong Royong Bangun Desa

    40
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan perlu adanya gotong royong dalam membangun desa. "Saya senang dengan adanya kerja sama ini (dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, red.), karena selama lima tahun terakhir kita bekerja sendiri. Ini saatnya membangun desa secara bergotong royong," ujar dia alam acara pembukaan Kampus Merdeka untuk Desa di Jakarta, Kamis (31/1) malam.

    Saat bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, ia mengaku belum sepenuhnya paham tentang Kampus Merdeka. Namun ia merespons positif kebijakan yang diluncurkan setelah tiga hari dirinya bertemu dengan Menteri Nadiem.

    Satu dari empat poin kebijakan Kampus Merdeka tersebut, yakni magang mahasiswa sukarela maksimal tiga semester. Magang tersebut dapat dilakukan di industri, lembaga nonprofit, desa, hingga mengajar di daerah terpencil.

    Menteri Halim menjelaskan kampus jangan lupa dengan akar budayanya, jika lupa maka akan berkembanglah intoleransi dan radikalisme. "Awalnya pelaksanaan pertemuan Perguruan Tinggi Untuk Desa (Pertides) ini akan diselenggarakan pada Februari mendatang, namun dipercepat akhir Januari agar bisa merumuskan penerapan kebijakan Kampus Merdeka ini di desa," kata dia.

    Di desa-desa, kata Halim, akan adanya Proyek Desa sebagai hasil gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat desa.

    Proyek Desa terdiri atas tiga bagian, yakni konsep operasional bagaimana membangun SDM unggul di pedesaan, mentransformasikan ekonomi pedesaan, dan penerapan kebijakan Kampus Merdeka.

    Mendikbud Nadiem Makarim mengapresiasi Proyek Desa yang digagas Menteri Halim. "Desa itu seperti dunia yang mikro, permasalahan yang ada di negeri kita berasal dari desa," ujar dia.

    Dengan mengajak mahasiswa terlibat, katanya, secara tidak langsung mengajak mahasiswa membantu memecahkan persoalan, dan kalau ditarik lagi akan menjadi solusi nasional.

    Nadiem menambahkan setengah penduduk Indonesia ada di desa, sedangkan penduduk desa tersebut membutuhkan pertolongan untuk meningkatkan kapasitasnya. (son)