Jelang STCW-F 95 London, RI Siap Ambil Peran di Dunia Maritim

    39
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Pemerintah Indonesia akan mengirim delegasi untuk menghadiri Sidang Intersessional Working Group on The Review of The STCW-F 1995 yang akan dilaksanakan di kantor pusat International Maritime Organization (IMO) London, 10-14 Februari 2020.

    Jelang penyelenggaraan sidang tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melaksanakan penyusunan serta penyiapan Bahan Sidang Intersessional STCW-F 95 yang disusun bersama dengan Kementerian/Lembaga terkait sebagai dokumen posisi Indonesia.

    Kasubdit Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Capt. Jaja Suparman mengungkapkan, pihaknya telah merumuskan kesepakatan atas dokumen yang telah di submit oleh Sekretariat IMO sebagai bahan acuan kerja pada Sidang Intersessional Working Group on the Review STCW-F 95 untuk disampaikan dan diusulkan atas hak intervensi Indonesia sebagai Party atau negara yang meratifikasi.

    Dirinya menambahkan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2019 tentang Pengesahan STCW-F dan penyerahan piagam aksesi Konvensi STCW-F pada bulan November 2019 yang lalu kepada Sekjen IMO di London, perumusan kesepakatan atas dokumen tersebut bertujuan agar mendapatkan keuntungan bagi kemashalatan bangsa, negara maupun pelaut Indonesia pada khususnya dibidang kapal perikanan.

    Selain itu, Capt. Jaja mengatakan, pada hakekatnya ini merupakan agenda kerja tambahan yang secara khusus diadakan untuk membahas perihal detail sebagai reviu secara keseluruhan Konvensi STCW-F 1995 khususnya bagian III (Chapter III) tentang basic training dan bagian petunjuk (Part-B).

    Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala BPSDM Perhubungan, serta para pimpinan Lembaga Diklat Kepelautan. "Semoga dengan terpilihnya Indonesia sebagai Dewan IMO Kategori C dapat menstimulus peran aktif yang dapat mengangkat harkat dan martabat pelaut yang unggul, berdaya saing dan percaya diri sebagai bangsa Indonesia," tutup Capt. Jaja. (son)