Evakuasi WNI dari Wuhan, Pemerintah Apresiasi Batik Air

    47
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengapresiasi maskapai Batik Air yang telah mengevakuasi WNI dari Provinisi Hubei, China.

    Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menegaskan, misi evakuasi WNI dari Hubei merupakan misi kemanusiaan, oleh karena itu Novie mengapresiasi berbagai pihak yang telah ikut mendukung terlaksananya misi tersebut, khususnya kapada maskapai Batik Air.

    Penunjukan Batik Air sebagai operator yang akan mengangkut WNI dari Hubei karena Batik memiliki izin penerbangan rute regular dari Indonesia ke Wuhan. Dari Indonesia, maskapai yang memiliki izin rute reguler ke Wuhan hanya Sriwijaya dan Lion Grup. Selain itu, misi evakuasi ini akan mengikutsertakan 245 orang WNI termasuk crew pesawat dan tim kesehatan dengan sekali penerbangan, oleh karenanya dibutuhkan operator yang memiliki pesawat wide body dengan kapasitas sesuai kebutuhan.

    Batik Air yang menjadi operator pengangkut juga telah dilengkapi fasilitas Cabin Air Filter yang berfungsi untuk menyaring virus tertentu di dalam pesawat, termasuk virus Corona. Crew juga akan dilengkapi dengan pakaian pelindung yang telah disiapkan oleh lembaga terkait.

    Proses evakuasi melibatkan sejumlah Kementerian dan Lembaga, dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri. "Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan misi dengan memastikan ketersediaan armada pesawat pengangkut WNI dari Hubei,” kata Novie.

    Novie menjelaskan, evakuasi juga tengah dilakukan oleh sejumlah negara lain terhadap warga negaranya yang kini masih berada di China, khususnya di Wuhan. Organisasi kesehatan dunia, WHO, dan organisasi penerbangan internasional, ICAO, telah menetapkan penyebaran virus Corona (2019-nCoV) sebagai global epidemic. (son)