Transjakarta Tembus Satu Juta Penumpang

    18
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Moda transportasi massal Transjakarta mencatatkan pelayanan penumpang yang menembus satu juta orang dalam sehari, sekaligus mencatatkan sejarah baru dalam segi kenaikan angka pelanggan. "Benar. Pada Selasa, 4 Februari kemarin, Trasjakarta sudah melayani sebanyak 1.006.579 pelanggan," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposandjojo melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (5/2).

    Angka tersebut mengalami kenaikan dibanding Selasa, 28 Januari 2020, yang hanya mencapai sebanyak 987.583 pelanggan dalam sehari.

    Nadia menjelaskan pencapaian itu tidak lepas dari dukungan dan program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

    Salah satu poin terbesar yang menyumbang angka terbesar dalam kenaikan pelanggan, katanya, adanya program layanan transportasi terintegrasi, Mikrotrans Jak Lingko yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. "Layanan ini sangat membantu sebagai moda 'first mile dan last mile' masyarakat. Bahkan, sampai hari ini tercatat ada sebanyak 257.981 pelanggan yang menggunakan layanan kami," terang Nadia.

    Lebih lanjut, katanya, pencapaian itu juga wujud dari konsistensi Transjakarta dan Pemprov DKI dalam menyediakan layanan transportasi terintegrasi. "Kami akan terus melakukan pelayanan maksimal bagi pelanggan setia kami tentunya. Terima kasih telah bersama kami dalam memajukan transportasi di DKI Jakarta khususnya," ujarnya.

    Nadia menambahkan Transjakarta saat ini sedang fokus mengupayakan program mandiri bertransportasi, antara lain menerapkan sistem pengarah perjalanan (Wayfinding) dan memasang alat Tap On Bus (TOB) di seluruh armada non-bus rappid transit (BRT).

    Bahkan, kata dia, dalam jangka 5-10 tahun ke depan Transjakarta sudah menyiapkan rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) dengan menekankan empat target utama, yakni peningkatan "ridership", pelayanan armada, infrastruktur, dan pendapatan nontiket.

    Untuk target jumlah pelayanan armada bus Transjakarta, kata Nadia, ditingkatkan hingga 19 persen atau 4.334 armada, dengan perincian 967 BRT, 1.167 bus non-BRT, dan 2.200 mikrotrans, kemudian penambahan jangkauan layanan dari 278 rute menjadi 285 rute. (son)