Tahun Ini, ASDP Jajaki Rute Kalabahi-Dili

    63
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT ASDP Indonesia Ferry menjajaki rute internasional tahun ini, yakni Kalabahi di Nusa Tenggara Timur dan Dili, Timor Leste sebagai salah satu ekspansi bisnis yang dilakukan perseroan tahun ini. "Rute ke luar negeri itu belum, tapi inginnya yang Timor-Kalabahi tahun ini, Menteri Perhubungan dan Pak Gubernur NTT sudah berbicara tahun ini berharap untuk jalan semua." kata Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi dalam Ngopi BUMN di Jakarta, Kamis (6/2).

    Ia mengatakan potensi rute luar negeri tersebut sangat besar karena banyak warga Timor Leste yang bepergian ke NTT untuk menghadiri upacara keagamaan.

    Selama ini, lanjut dia, mereka pergi dengan menggunakan pesawat, karena itu dengan adanya angkutan penyeberangan bisa memberikan opsi transportasi yang lebih terjangkau. "Selain itu kita juga menjadi 'enabler' perdagangan dari Indonesia ke Timor Leste, membawa penumpang turis karena hubungan kultural yang sangat dekat. Kalau ini  pecah telur, maka rute-rute lainnya yang akan kami jajaki mudah-mudahan bisa berhasil," katanya.

    Sementara itu, rute internasional lainnya adalah Dumai-Malaka di mana potensinya juga besar, namun saat ini pelabuhan Malaysia belum siap.

    Berdasarkan data ASDP, perusahaan penyeberangan pelat merah itu memiliki armada terbanyak di seluruh dunia, yakni 150 kapal dibandingkan dengan Fjord1 Norwegia hanya 73 kapal dan Istanbul Deniz Turki 53 kapal, sementara Washington State Ferries Amerika Serikat 22 kapal.

    Di samping itu, rute yang dimiliki ASDP juga terbanyak dengan 231 rute dibandingkan dengan Fjord1 Norwegia 46 rute dan British Columbia Ferries Kanada 25 rute.

    Untuk dalam negeri, ASDP berfokus pada pembelian kapal, yakni 54 kapal hingga lima tahun ke depan dan 11 kapal tahun ini, kemudian revitalisasi pelabuhan (Ketapang, Gilimanuk, Ketapang, Kayangan, Padangbai dan Lembar) serta digitalisasi di empat pelabuhan (Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk). (son)