Anggota DK PWI Jaya Dorong Wartawan Memulai Bisnis

    44
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) Jaya Agus Salim prihatin dan mendorong para wartawan memulai berusaha untuk menjamin masa depan yang lebih baik, di tengah perkembangan media massa khususnya media cetak yang tidak lagi prospektif. "Saya mendorong teman-teman wartawan memulai berusaha apapun itu, agar masa depan lebih terjamin," kata Agus Salim di Jakarta, belum lama ini.

    Mantan wartawan yang kini mengeluti bisnis iklan outdoor mengusung brand Oval itu mencoba menawarkan bisnis kedai kopi. Agus yang mengaku, sudah memiliki brand kedai kopi MonikaH bisa dimanfaatkan para wartawan untuk memulai bisnis. "Tahap awal saya akan kasih kepada empat orang wartawan dengan menyiapkan fasilitas seperti kios dan properti pendukung lainnya," kata Agus.

    Menurut Agus, wartawan hanya diminta untuk menyiapkan atau mencari lokasi atau tempat memulai usaha. "Gua sih dorong kalian memanfaatkan booming kedai kopi ini," pesan Agus.

    Secara terpisah, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit mengungkapkan, ada enam kunci sukses bagi para pelaku UKM dalam mengelola bisnis kedai kopi. Yaitu, produk inovatif dan rasa sesuai dengan lidah konsumen, harga yang kompetitif, tempat yang nyaman dan lokasi strategis, promosi yang tepat dan inovatif, serta inovasi dalam penjualan dan distribusi dengan menggunakan platform ride hailing.

    Untuk itu, lanjut Victoria, pihaknya memiliki program dalam mendorong pengembangan bisnis kedai kopi yang dijalankan koperasi dan UKM. Diantaranya, fasilitas skim untuk wirausaha pemula, fasilitasi sertifikasi produk antara lain Merk, Halal, Hak Cipta, HACCP dan ISO, serta pendampingan usaha dan kelembagaan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM. "Termasuk program pelatihan vocational dalam meningkatkan keterampilan," tandas Victoria.

    Apalagi, lanjut Victoria, minum kopi kini sudah menjadi gaya hidup bagi generasi milenial dan bukan sekedar minuman penghilang rasa kantuk. Saat ini, banyak menjamur kedai kopi yang dikelola UKM. Bahkan di tahun 2019, ada lebih dari 2.937 outlet kedai kopi yang berdiri. "Hal tersebut membuka peluang kerja baru sebagai barista, professional cupper, sales, dan sebagainya," jelas Victoria.

    Berdirinya kedai kopi juga menjadi salah satu pendukung pengembangan pariwisata di daerah. Melalui kedai kopi, kata dia, dapat mengenalkan makanan dan minuman tradisional lainnya yang dapat menarik wisatawan.

    Bahkan, tahun ini bisnis kedai kopi diperkirakan meningkat seiring dengan naiknya konsumsi domestik kopi Indonesia sekitar 13,9% menjadi 294 ribu ton. Sedangkan pada 2021 diperkirakan akan naik lagi menjadi 370 ribu ton. (son)