Kemenhub Tingkatkan Kompetensi Nelayan Lampung

    40
    BANDAR LAMPUNG (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Perhubungan melaksanakan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) tentang keselamatan transportasi bagi masyarakat kurang mampu yang bertujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilannya.

    Diklat yang diikuti awak kapal penangkap ikan tradisional (nelayan) dan awak kapal wisata tradisional berupa Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) sekaligus penerbitan Surat Keterangan Kecakapan berlayar sejauh 30 Mil (SKK 30 Mil) dibuka langsung Kepala KSOP Kelas I Panjang Andi Hartono di Bandar Lampung, Senin (17/2).

    Andi mengingatkan agar para peserta pelatihan dapat memanfaatkan Diklat ini untuk menambah ilmu dan pengetahuan sebagai bekal melaut. “Pahami apa yang diberikan instruktur dan pelatih selama pelatihan berlangsung, semoga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini bermanfaat dan memberikan nilai tambah serta meningkatkan kualitas dan taraf hidup serta kesejahteraan” ujar Andi.

    Andi berpesan kepada jajaran Pemerintah Daerah setempat agar dapat membantu melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi serta memberikan masukan terhadap lulusan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini. Ia juga mengimbau kepada jajaran pimpinan Instansi Maritim se-Provinsi Lampung untuk turut memperhatikan masyarakat kurang mampu melalui kegiatan yang memberi nilai tambah bagi kelangsungan kesejahteraan masyarakat, seperti membuat program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pembagian life jacket atau jaket pelampung keselamatan kepada para awak kapal tradisional.

    Selain itu, Andi berharap agar para nelayan bisa jadi bagian dari mitra insan maritim untuk terlibat menjaga wilayah laut Indonesia khususnya Provinsi Lampung. “Keselamatan nelayan perlu ditingkatkan karena menyangkut kelangsungan hidup dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan,” tutur Andi.

    Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Lampung, Bambang Sumbogo mengapresiasi dan mendukung dengan adanya kegiatan DPM ini sehingga masyarakat Lampung lebih berdaya saing, terutama dengan meningkatnya potensi wisata di Propinsi Lampung yang otomatis membutuhkan tenaga yang professional guna mendukung program Nelayan Lampung Berjaya.

    Direktur Politeknik Pelayaran Banten, Joni Turiska, selaku pemangku kegiatan pelatihan melaporkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar masyarakat Lampung dan sekitarnya terutama yang bekerja di kapal-kapal nelayan dan kapal-kapal wisata lebih berdaya guna dan berhasil guna sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya. “Untuk pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini peserta tidak dipungut biaya atau GRATIS dan semua biaya ditanggung oleh DIPA Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten Tahun Anggaran 2020” imbuh Joni. (son)