KPR Subsidi Menjadi Penyumbang Utama Kenaikan Kredit BTN

    45
    JAKARTA (Bisnisjakarta)
    Data keuangan Bank Tabungan Negara (BTN) menunjukkan kenaikan kredit dan pembiayaan perseroan ditopang penyaluran kredit perumahan yang tumbuh sebesar 7,32% menjadi Rp229,26 triliun pada akhir kuartal IV/2019. "Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi penyumbang utama peningkatan tersebut," kata Dirut BTN Pahala N. Mansury dalam Media Briefing & Lunch di Kantor Cabang BTN Cawang di Jakarta, Senin (17/2).

    Menurut Pahala, KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik 13,2% dari Rp98,17 triliun menjadi Rp111,13 triliun pada kuartal IV/2019. KPR Non-subsidi juga terpantau tumbuh di level 3,71% menjadi Rp80,64 triliun di akhir Desember 2019.

    Kredit non-perumahan di BTN juga menyumbang pertumbuhan total kredit di perseroan. Penyaluran kredit non-perumahan tercatat tumbuh 7,62% dari Rp24,67 triliun pada kuartal IV/2018 menjadi Rp26,55 triliun. Kredit komersial menjadi penopang utama pertumbuhan segmen kredit tersebut dengan kenaikan penyaluran sebesar 14,13% menjadi Rp21,66 triliun pada akhir Desember 2019.

    Di sisi lain, kata Pahala, di tengah pengetatan likuiditas, BTN pun mampu mencatatkan pertumbuhan tabungan sebesar 8,98% menjadi Rp45,64 triliun pada kuartal IV/2019. Secara total, BBTN menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp225,4 triliun hingga akhir Desember 2019. Dengan kinerja kredit dan DPK tersebut, aset BTN tercatat tumbuh 1,74% menjadi Rp311,77 triliun pada akhir tahun lalu.

    Sementara itu, penyaluran kredit yang positif menyumbang pendapatan bunga BTN sebesar 12,43% dari Rp22,83 triliun pada akhir 2018 menjadi Rp25,67 triliun di periode yang sama tahun lalu. Kendati demikian, jelas Pahala, dalam rangka menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 serta meningkatkan kehati-hatian, Bank BTN terus memacu pemupukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Pada akhir Desember 2019, CKPN BBTN berada di posisi Rp6,14 triliun atau melonjak 85,09% dari Rp3,32 triliun. “Coverage ratio kami berada di level 50,01% pada Desember 2019 dan terus kami pupuk sehingga pada Januari 2020 coverage ratio sudah mencapai 109,47%,” kata Pahala.

    Dengan peningkatan signifikan pada CKPN tersebut, Pahala mengatakan, BTN meraup laba bersih senilai Rp209 miliar pada akhir 2019. “Kami berfokus pada bisnis yang hati-hati dan berkelanjutan. Sehingga, kami memilih memupuk CKPN untuk membentuk pondasi bisnis yang kuat dan siap melaju di 2020,” jelas Pahala.

    Bisnis Syariah Tumbuh

    Bisnis syariah Bank BTN pun mencatatkan pertumbuhan. Laporan keuangan BTN menunjukkan Unit Usaha Syariah (UUS) perseroan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp23,61 triliun per akhir Desember 2019 atau naik 7,13% dari Rp22,04 triliun.

    Dengan kinerja tersebut, UUS Bank BTN terekam meraup laba bersih senilai Rp238,46 miliar atau naik 10,52% dari Rp215,77 miliar di kuartal IV/2018. “Kami akan terus memacu pertumbuhan bisnis syariah dengan tetap mengutamakan asas kehati-hatian,” tegas Pahala. (son)