Proses Rekrutmen Kader Parpol Menjadi Penentu Kinerja Parlemen

    50
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid berpandangan proses rekrutmen oleh partai politik dalam menempatkan kadernya duduk di kursi MPR RI dan DPR RI menjadi variabel penentu bagi kinerja lembaga parlemen di tingkat pusat itu. "Penelitian saya ingin memastikan variabel apa saja yang berpengaruh kepada anggota DPR. Sejauh ini rekrutmen terbuka menjadi kewenangan partai. Jadi ujung tombaknya rekrutmen milik partai," ucap Jazilul usai pengesahan gelar Doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Manajemen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta, Senin (17/2).

    Ujian terbuka dilakukan di Aula Bung Hatta UNJ dengan Panitia ujian yang diketuai Ketua Panitia Ujian Doktor Dr. Komarudin M.Si merangkap Rektor UNJ beserta sejumlah panitia penguji lainnya.

    Ujian juga dihadiri Ketua MPR Bambang Soesdatyo, beserta sejumlah pimpinan dan anggota MPR beserta sejumlah tokoh dan pengurus partai politik.

    Dalam ujian terbuka tersebut, Jazilul meski proses rekrutmen menjadi kewenangan partai namun faktanya dengan sistem rekrutmen terbuka dalam sistem pemilu saat ini maka partai politik menjadi lemah dalam menjalankan kewenangannya untuk menempatkan orang-orang terbaiknya duduk di lembaga MPR maupun DPR. "Kalau terbuka semua dalam kaderisasi partai menjadi lemah. Karena siapapun latarbelakangnya boleh masuk. Padahal partai sebagai ujung tombaknya bertanggugjawab melahirkan kader yang serius.  Mesti diingat dalam kader itu kan ada macam-macam. Ada kader dadakan, ada kader mualaf, ada kader yang memang lahir karena memang benar-benar dikader," ungkap Jazilul yang juga Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR ini.

    Jazilul mengatakan partainya akan melakukan evaluasi atas sistem pemilu terbuka yang diterapkan dalam sistem rekrutmen anggota MPR/DPR saat ini melalui revisi UU Pemilu. "PKB akan mengevaluasi kembali mana yang paling tepat. Dengan sistem ini, partai sebagai wadah aspirasi rakyat menjadi kurang karena semuanya bisa masuk," tegas Jazilul. (har)