Disesalkan, Ketidaksiapan Imigrasi Bandara Ngurah Rai

    30
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta menyesalkan terjadinya antrian panjang penumpang di terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Jumat (21/2).

    Antrian panjang yang disebabkan sistem imigrasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang bermasalah dinilai menunjukkan ketidaksiapan pihak imigrasi dalam menghadapi segala kondisi terhadap tugas dan fungsi yang dimiliki.

    "Tenyata dengan kejadian ini menunjukan bahwa imigrasi belum adaptif dengan Teknologi Informasi 4.0. Ternyata Teknologi Informasi 4.0 hanya diwacanakan," ucap Nyoman Parta di Jakarta, Minggu (23/2).

    Anggota DPR dari dapil Bali ini mengaku prihatin pemeriksaan penumpang maupun wisatwan dari luar negeri oleh pihak imigrasi untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya Vorus Corona ke Indonesia namun berakibat antrian panjang hingga menghabiskan waktu tiga jam lebih itu telah memberi dampak negatif terhadap industri pariwisata yang kini sedang digalakkan.

    "Saya prihatin di tengah seriusnnya dampak negatif Virus Corona terhadap pariwisata, bukannya  memberikan kesan positif perbaikan pelayanan. Padahal kami di Komisi VI DPR sedang mendorong  pemerintah melakukan upaya-upaya agar pariwisata segera pulih," ujarnya.

    Ia menyebut dorongan dari DPR itu antara lain  kebijalan tiket murah  baik domestik maupun penerbangan internasional, juga mendorong pemerintah untuk mencari pasar di luar wisatawan dari Cina.

    "Eh malah ada kejadian seperti ini. Ini memalukan sebaiknya sistem di Imigrasi bukanlah hanya berfungsi administrasi tapi juga berkaitan dengan keamanan negara jadi seharusnnya di siapkan sistem yang bisa  mengantisipasi  segala keadaan," sesalnya.

    Nyoman Parta mengaku belum mengetahui di mana letak persoalan sebenarnya dari masalah sistem imigrasi di Bandara Ngurah Rai. "Diimigrasi kan ada pihak telkom yang menyediakan internet dan pihak vendor yang menyediakan aplikasi, yang bermasalah ini yang mana?" katanya.

    Ia berharap persoalan-persoalan ini tidak terulang lagi di kemudian hari, sebab Bali sebagai destinasi utama tujuan wisata turis mancanegara harus benar-benar memiliki perangkat dan sistem yang baik agar perkembangan wisata di Bali tidak dihambat oleh masalah-masalah teknis seperti ini.

    "Sebagai daerah wisata kejadian terganggunnya sistem di imigrasi yang menyebabkan antrian sampai 3 jam ini memalukan Bali dan Indonesia di dunia internasional," sebut politisi PDI Perjuangan ini. (har)