Masih Muda Punya Rumah, Bisa Koq…

    56
    GAYA hidup generasi milenial zaman now itu identik, yaitu lebih fokus mencari pengalaman dan menikmati hidup dengan happy. Mulai dari suka ngopi, travelling, kulineran hingga bergaya mengikuti tren terkini yang kerap membuat milenial diasumsikan bahwa memiliki rumah tidak menjadi prioritas.

    Ditambah faktor harga rumah yang tak lagi murah, rumah dengan lokasi strategis di tengah kota atau ibukota saja harganya rata-rata terus meningkat. Tentu, punya rumah atau hunian idaman pribadi bagi milenial menjadi tantangan tersendiri.

    Adalah Putri Sonya Kinanti merasakan hal itu. Menyandang predikat sarjana, ia langsung diterima pada sebuah perushaan biro perjalanan wisata terkemuka di Tanah Air. Meski belum diwisuda, perusahaan sudah memberikan gaji yang bisa dikatakan cukup untuk memenuhi hasrat anak muda masa kini.

    Namun rutinitas tersebut tak berlangsung lama. Dorongan dan terinspirasi dari orang tua yang belum genap 30 tahun sudah memiliki rumah, membuat Sonya – begitu perempuan milenial ini disapa – mulai tersadar untuk memiliki rumah sendiri. "Mumpung masih nebeng orang tua, sisihkan gaji untuk beli rumah," begitu tekad Sonya.

    Gaung pun bersambut. Gelaran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang digagas Bank Tabungan Negara (BTN) menandai niat Sonya untuk memiliki rumah sendiri. Meski pada akhirnya mengambil rumah di daerah Dramaga – Bogor, ada rasa puas di hati bahwa sebagian gaji sudah berubah bentuk menjadi sebuah rumah.

    Bank Tabungan Negara (BTN) paham betul akan fenomena generasi milenial. Oleh karena itu, BTN menyiapkan lima strategi bisnis untuk meningkatkan penetrasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan penghimpunan dana murah dari nasabah generasi milenial. Strategi pertama yakni meningkatkan berbagai lini digital perbankan. Hal ini dilakukan mengingat, kaum milenial begitu familiar dengan gedget.

    Seperti diketahui, BTN baru saja meluncurkan program KPR Gaeesss for millenials yang dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile. Keunggulan program KPR ini antara lain syarat uang muka (down payment/DP) mulai dari satu persen, bebas biaya admin, suku bunga satu digit, diskon provisi 50 persen, dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun.

    Kalangan milenial ini menginginkan hal yang praktis. Dengan berbagai kemudahan digital yang dimiliki, BTN membidik para milenial untuk dapat menjadikan Bank BTN sebagai rumah dalam bertransaksi maupun memiliki hunian.

    Strategi kedua adalah mengakselerasi kemitraan dengan berbagai sektor dan pemangku kepentingan di industri properti dan pelaku industri keuangan seperti sektor finansial berbasis aplikasi (fintech). Agaknya BTN melihat fintech dapat menjadi partner untuk bersama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik terutama bagi nasabah milenial.

    Strategi ketiga adalah mengembangkan berbagai segmen bisnis serta infrastruktur, termasuk infrastruktur digital. Untuk mendukung pengembangan tersebut, di strategi keempat, BTN juga terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dimana BTN akan berfokus pada peningkatan produktivitas serta kapasitas namun tetap mengutamakan kehati-hatian.

    Untuk strategi terakhir, BTN menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada pendanaan ritel serta pendanaan berskala menengah ke besar (wholesale funding). Aksi tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya dana sehingga meningkatkan keuntungan perseroan.

    Strategi BTN lainnya untuk menguasai pasar milenial, terutama bagi mereka yang belum memiliki hunian adalah dengan meluncurkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android. Lewat aplikasi anyar ini, generasi Y dapat mengajukan KPR lewat ponsel Android mereka.

    Tak Ada Batasan Gaji

    Pemerintah sendiri telah membuat skema khusus agar generasi milenial lebih mudah mendapatkan KPR. Salah satunya tidak ada batasan gaji untuk pembelian rumah.

    Meskipun KPR khusus milenial ini disubsidi pemerintah, namun sangat berbeda dengan program pemerintah dalam fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Bila di FLPP, persyaratannya harus memiliki gaji tetap antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta, namun KPR milenial ini tidak ada batasan gaji.

    Selain itu untuk ukuran rumah milenial ini, tidak lagi hanya 36 m2 tetapi bisa lebih. Adapun bunga KPR-nya di bawah 5 persen, dengan uang muka hanya 1 persen. (son)