DPR Setuju Hibah 14 Drone dari AS

    37
    JAKARTA (Bisnisnakarta)-
    Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri menyetujui hibah 14 drone scan eagle UAV dan 3 unit helikopter Bell 412 dari Pemerintah Amerika Serikat. Namun, pemerintah yang diwakili Kementerian Pertahahan RI harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap Alusista (alat utama sistem persenjataan) nya.

    “Komisi I DPR tentu menyetujui pemberian hibah dari Amerika Serikat, dalam bentuk scan eagle UAV 14 unit, kemudian 412 helikopter equipment ada 3 unit. Tapi, tetap harus melakukan pemeriksaan alusista secara menyeluruh,” tegas Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan,  Jakarta, Rabu (26/2).

    Persetujuan disampaikan usai Komisi I DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian Pertahanan dengan agenda Pembahasan Persetujuan Penerimaan Hibah  Scan Eagle UAV dan Program Bell 412 Helicopter Equipment dari Pemerintah Amerika Serikat untuk TNI AL.

    Menurut politisi Golkar itu, Kementerian  Pertahanan harus dapat memastikan bahwa semua barang hibah itu mesti diperiksa kelayakannya seperti alat deteksi, radar, dan sebagainya harus dibersihkan. “Pemberian hibah Amerika Serikat itu hal yang wajar. Sebab, kedua negara menjalin kerja sama dalam bidang pertahanan,” ujarnya.

    Karena itu, Meutya meminta masyarakat tidak mencurigai pemberian hibah tersebut, meski pemerintah harus tetap hati-hati. “Sebagai negara yang berdaulat, kita tetap harus hati-hati,” katanya singkat.

    Sebelumnya melalui keterangan resminya, pemerintah AS telah menawarkan program hibah kepada TNI sejak 2014 – 2015. Atas penawaran tersebut, TNI mengambil program itu, berupa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan peningkatan kapasitas helikopter Bell 412 pada 2017.

    Kemhan kemudian membentuk tim pengkaji untuk melakukan penilaian kelayakan penerimaan barang tersebut dari aspek teknis, ekonomis, politik dan strategi. Hasilnya, Kemhan memutuskan untuk menerima program hibah itu.

    Drone ScanEagle bernilai US$28,3 juta ini menurutnya dibutuhkan TNI AL utk meningkatkan kemampuan ISR maritim guna memperkuat pertahanan negara.

    Sementara itu, upgrade peralatan Helikopter Bell 412 dengan nilai US$6,3 juta juga dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

    “Nantinya Drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus. Kita hanya keluar dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan Alutsista lainnya. Nanti PT LEN yang akan bertugas untuk integrasikan,” ungkapnya. (har)