43 Tahun Mati, Stasiun Pulau Air Diaktifkan Kembali

    50
    PADANG (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera bagian Barat, Ditjen Perkeretaapian telah menyelesaikan reaktivasi jalur kereta api dari Padang ke Pulau Air dengan panjang jalur lebih kurang 2,7 kmsp.

    Pembangunan ini dimulai sejak Juli 2019 dan saat ini telah selesai. Sebelum beroperasi harus dilakukan serangkaian pengujian oleh Balai Pengujian Perkeretaapian. Selain pengujian juga akan dilaksanakan safety assesment oleh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian. "Pengujian dan safety assesement ini sesuai dengan regulasi yang ada dan juga agar saat beroperasi nanti keamanan parasarana dan sarana bisa terjaga", demikian disampaikan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, Suranto.

    Lebih lanjut dijelaskankan bahwa lingkup kegiatan reaktivasi ini  antara lain penggantian rel 33 dengan rel 54  dan sterilisasi jalur KA di Km 0+000 s/d 2+950 km termasuk spoor 1 di emplasement Stasiun Padang,  pembangunan Stasiun Tarandam dan fasilitas pendukungnya, peningkatan jembatan BH 36 Km 1+793 bentang 15 M antara Stasiun Padang-Stasiun Pulo Air dan pembangunan/pemugaran Stasiun Pulo Air  yang merupakan Cagar Budaya.

    Stasiun Pulau Air (di padang disebut Pulo Aie) ini terakhir beroperasi sekitar tahun 1977, atau 43 tahun lalu. Uji coba jalur KA dilakukan bersama oleh Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumatera Bagian Barat dan PTKA Divisi Regional II Sumatera Barat. Setelah siang hari ujicoba menggunakan lokomotif, malam harinya dilakukan ujicoba menggunakan rangakaian KA Minangkabau Ekspress. Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 5 menit, tepat pukul 21.23 pada Sabtu 7 Maret, kereta ini tiba di stasiun Pulau Air.

    Masyarakat sekitar sangat antusias dan senang dengan dibukanya kembali stasiun ini untuk melayani penumpang. Dari kesan warga yang ditemui di stasiun, rata rata gembira bahkan terharu karena senang, sebab terakhir melihat  kereta di stasiun ini  tahun 70an.

    Rencananya kereta api Perintis Minangkabau Ekspres akan melayani penumpang sampai ke stasiun Pulau Air mulai tanggal 12 Maret 2020. Sebagai bentuk sosialisasi dan menumbuhkan minat masyarakat untuk menggunakan kereta api, selama 10 hari yakni dari tanggal 12 s.d. 22 Maret diberlakukan tiket Rp0,- atau gratis pada lintas pelayanan Bandara-Padang-Pulau Air. Selanjutnya mulai tanggal 23 Maret 2020 tarif kembali normal yaitu Rp. 5.000,-  bagi penumpang yang melakukan perjalanan tidak dari/ke bandara. Untuk perjalanan yang dari/ke bandara, penumpang dikenai tarif Rp 10.000,- 

    Dengan beroperasinya Jalur ini maka potensi wisata di daerah sekitar antara lain Kota tua, Jembatan Siti Nurbaya, dan lainnya akan lebih mudah diakses. "Potensi Wisata di daerah sekitar Pulau Air sangat banyak. Juga jarak ke pelabuhan tempat kapal yang akan menyeberang ke wisata pulau Mentawai dekat. Jadi Wisatawan dari Bandara BIM naik kereta sampai ke Stasiun Pulau Air lanjut ke pelabuhan", pungkas Suranto.
    (son)