HKTI Kawal Produk Pertanian Masuki Pasar Global

    55
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Sebagai organisasi terbesar yang memayungi jutaan petani dan pelaku pertanian hortikultura di Indonesia, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memandang perlunya sebuah terobosan dalam mencari peluang memasarkan hasil-hasil pertanian untuk memasuki pasal global. Demikian diungkapkan Ketua Umum HKTI Jenderal (Purn) TNI Muldoko saat gelaran Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASASFF) di Jakarta, Kamis (12/3).

    Komitmen tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman antara HKTI dan International Business Association (IBA) tentang Kemitraan Strategis Bidang Pertanian Sektor Pangan, Hortikultura, Teknologi dan Pendidikan. "Langkah taktis tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari strategi HKTI menembus pasar internasional bagi promosi dan pemasaran hasil pertanian Indonesia di mancanegara," kata Muldoko.

    Menurut Muldoko, IBA merupakan sebuah organisasi nirlaba yang telah berhasil memajukan usaha dan pengusaha di berbagai negara di Asia. "Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan penting bagi HKTI untuk menanda tangani Nota Kesepahaman ini," papar Muldoko.

    Muldoko memastikan, penanda tanganan Nota Kesepahaman ini juga dipandang penting sebagai salah satu sarana bagi pebisnis Indonesia, terutama dalam bidang pertanian sektor pangan dan hortikultura untuk dapat bertemu, bertukar pandangan dan pengalaman dengan pihak luar serta sebagai salah satu ajang mencari pasangan bisnis (business matching) melalui pertemuan dan forum (business meeting and forum).

    Moeldoko mengatakan, sudah waktunya bagi petani sektor pangan dan pelaku pertanian hortikultura di Indonesia merambah pasar internasional secara menyeluruh dan berkesinambungan. "Untuk itu, HKTI memerlukan mitra kerja sama yang sudah terbukti mampu meningkatkan dan memberi nilai tambah bagi hasil-hasil pertanian di berbagai negara," jelas Muldoko.

    Kerja sama ini, jelas Muldoko, merupakan kesempatan untuk memperkenalkan teknik dan mesin pertanian canggih ke Indonesia kepada para petani dan pelaku pertanian, serta mengirim anak-anak muda Indonesia ke negara lain untuk belajar di bidang pertanian, sehingga terjadi proses alih teknologi dan dan pengetahuan.

    Sementara Ketua IBA Shan Shan mengatakan, sebagai negara yang memiliki penduduk salah satu terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk dapat mengembangkan pertanian menjadi industri berskala internasional. Untuk itulah, IBA meposisikan diri sebagai mitra petani dan pelaku pertanian hortikultura melalui kerja sama ini.

    Shan Shan mengatakan, IBA dan HKTI akan menyusun serangkaian langkah taktis strategis untuk kerja sama yang lebih langsung, nyata dan menyeluruh yang akan melibatkan dan memberi dampak bagi petani, pelaku pertanian dan pengusaha hortikultura di Indonesia.

    MOU yang diakukan bersamaan dengan Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASASFF) yang kedua, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2018. Dalam Forum tersebut diikuti oleh tidak kurang dari 105 peserta dari 10 negara. Tahun ini pun peserta dari luar negeri juga tidak kurang meriah dan membuka peluang kerja sama, seperti hadirnya Taiwan Development Institute (TDI), Kim Chan Place International Co. Ltd., serta Huang Ting Natural Good Food Workshop Co. (son)