Jokowi Nilai Pemeriksaan Penumpang Pesawat di Soetta Sudah Ketat

    46
    TANGERANG (Bisnisjakarta)-
    Presiden Joko Widodo menilai pengecekan kesehatan sudah dilakukan secara ketat terhadap penumpang pesawat dari luar negeri yang baru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Di Soekarno-Hatta, yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, pengecekan sudah dilakukan berlapis guna meminimalisasi risiko penyebaran virus Corona ke Tanah Air. "Kalau kita lihat tadi waktu kita masuk ke bandara, di kedatangan dari luar negeri checking-nya sangat ketat, [antara lain] mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Kemudian, kalau berasal dari negara yang sudah kita waspadai, masuk [dicek] ke pintu yang berbeda dan dicek untuk yang 4 negara, dicek 3 kali. Kalau yang dari negara di luar itu dicek 2 kali oleh thermal scanner dan thermal gun. Saya kira sebuah keharusan yang menurut saya ketat,” ujar Presiden.

    Kepala Negara menuturkan hal tersebut pada hari ini, Jumat 13 Maret 2020 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta usai meninjau kegiatan pengecekan kesehatan bagi penumpang internasional yang baru tiba.

    Di dalam kesempatan yag sama, Presiden juga sempat menyaksikan kegiatan disinfeksi melalui penyemprotan cairan disinfektan di seluruh area Soekarno-Hatta.

    “Kalau di airport dan pelabuhan kemudian stasiun saya kira pemerintah, BUMN, juga telah melakukan [penyemprotan cairan disinfektan] sejak seminggu lalu. Tapi saya hanya ingin memastikan bahwa ini terus dilakukan setiap hari. Saya juga ingin memastikan bahwa ini terus dilakukan setiap hari. Saya juga ingin memastikan bahwa yang namanya thermal scanner dan thermal gun benar-benar ada dan dipasang,” ujar Jokowi.

    Program penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan setiap hari di Soekarno-Hatta pada jam-jam tidak sibuk guna mensterilkan terminal penumpang pesawat serta area publik lainnya dari berbagai virus.

    President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan pengecekan terhadap penumpang internasional di Soekarno-Hatta dilakukan melalui Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card), kemudian melalui thermal scanner, serta thermal gun.

    “Kartu Kewaspadaan Kesehatan, thermal scanner, dan thermal gun merupakan standar pengecekan di seluruh bandara-bandara PT Angkasa Pura II, termasuk Soekarno-Hatta. Di Soekarno-Hatta disediakan juga jalur khusus pengecekan bagi penumpang pesawat dari 4 negara yaitu Iran, Korea Selatan, Italia dan China.”

    “Seluruh stakeholder di Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lain di bawah PT Angkasa Pura II berkomitmen untuk melakukan pengecekan guna meminimalisasi risiko penyebaran Corona, namun tetap dengan mengedepankan aspek pelayanan, keamanan dan keselamatan,” ujar Muhammad Awaluddin.

    Saat meninjau ke Terminal 3, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kapolri Idham Aziz, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana Doni Monardo, dan President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

    Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 60-70 juta setiap tahunnya. (son)