Kemenkop Tekankan Pentingnya Media Massa untuk Perbaiki Citra Koperasi

    39
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Koperasi dan UKM menekankan pentingnya peran media massa untuk membantu memperbaiki citra dan persepsi publik yang lebih baik terkait koperasi sebagai badan usaha yang diamanatkan sebagai soko guru perekonomian bangsa.

    Staf Khusus Menteri Koperasi Fiki Satari saat acara Orientasi Jurnalis KUKM tahun 2020 dengan tema "Koperasi dan UMKM Penyelamat Ekonomi Indonesia" di auditorium Kemenkop dan UKM, Jumat (13/3) mengatakan citra dan persepsi publik terkait koperasi harus diperbaiki menjadi lebih baik.

    Apalagi saat ini, sudah ada koperasi Indonesia dengan omzet besar yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian rakyat. "Saat ini misalnya ada dua koperasi yang sudah IPO sejak 2003 melalui obligasi dari bisnisnya dan ada asosiasi koperasi besar dengan 35 anggota yang memiliki omzet sangat besar,” kata Fiki.

    Hal itu menjadi bukti bahwa sejatinya koperasi bisa mendapatkan kepercayaan publik sebagaimana badan usaha lain. "Kita ingin model untuk mendapatkan dana dari publik melalui bursa saham ini bisa diikuti oleh koperasi yang lain. Kita targetkan minimal 5 koperasi yang kita dampingi, kita identifikasi, kita cek kesehatan keuangannya dan persiapan yang lain sehingga ada trust yang lebih bukan hanya koperasi IPO tapi persepsi publik berkenaan dengan koperasi semakin baik,” katanya.

    Untuk itu, ia menilai pentingnya peran media massa untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Media massa misalnya menjadi instrumen yang efektif untuk menyosialisasikan program Kementerian Koperasi dan UKM kepada masyarakat.

    Fiki Satari mengatakan, media adalah salah satu bentuk pengembangan ekonomi melalui koperasi dan UMKM. "Melalui media bisa dinarasikan berita-berita baik sehingga akan memunculkan kreativitas serta akan menimbulkan inspirasi buat Koperasi dan UKM untuk berkembang," ujarnya.

    Plt. Deputi bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rachman juga mengatakan karena jumlah UMKM sangat besar maka Kemenkop dan UKM perlu bekerja sama dengan para jurnalis untuk  memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya kepada masyarakat. "Diharapkan dapat memberikan kesamaan pandangan tentang Koperasi dan UKM, sehingga masyarakat informasinya lengkap," katanya.

    Kemenkop dan UKM, imbuhnya juga perlu masukan-masukan dari para jurnalis untuk perbaikan Kementerian Koperasi dan UKM. "Kami mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) yang telah membantu menyosialisasikan program-program Kemenkop dan UKM kepada masyarakat," ucap Hanung.

    Pada kesempatan tersebut juga menghadirkan Direktur Utama LLP KUKM Leonard Theosabrata sebagai narasumber. Leo akan merombak gedung Smesco Indonesia supaya ramah untuk produk-produk koperasi dan UKM, dengan tema SPARC Program.

    Ini merupakan program komprehensif untuk lebih memajukan koperasi dan UKM. Bisnis yang dijalankan semuanya dengan sistem koperasi. Ia juga menggunakan tagline Sinergi, Social, dan Solidaritas. "Kami sadar dengan anggarannya yang relatif tidak terlalu besar maka harus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun Smesco,” katanya.

    Di tempat yang sama Direktur Utama LPDB KUMKM Supomo menilai, LPDB sudah mempunyai pondasi yang baik meskipun perlu penyempurnaan. Saat ini LPDB KUMKM juga lebih fokus pada koperasi, terutama koperasi yang berbasis komunitas. "Target penyaluran dana bergulir LPDB KUMKM untuk 2020 Rp1,85 triliun, dimana 20% untuk non KSP dan 80% untuk KSP," jelas Supomo.

    LPDB KUMKM memiliki tagline berbiaya murah, proses mudah dan cepat serta skema pembiayaan sesuai kebutuhan.

    Sebelumnya Kepala Biro Umum Kemenkop dan UKM Haryanto sebagai ketua panitia mengatakan, orientasi jurnalis ini dilaksanakan guna mempererat hubungan antara wartawan dan Kemenkop dan UKM. "Jumlah wartawan yang mengikuti orientasi jurnalis KUKM tahun 2020 ini berjumlah 50 orang," papar Haryanto. (son)