Pebisnis Taiwan Ramaikan Asian Agricultural and Food Forum.

    112
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Gelaran Asian Agricultural and Food Forum yang berlangsung di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), 12-15 Maret merupakan peluang bagi para petani dan produsen Indonesia untuk menjadi pensuplai, sekaligus mengembangkan bisnisnya.

    Hal itu disebabkan dalam pameran yang digelar setiap dua tahun itu, hadir perwakilan dagang dan industri dari mancanegara yang mencari mitra. Salah satunya adalah Taiwan Development Institute (TDI).

    Salah satu Lembaga Think Tank terkemuka di Asia yang berdiri sejak tahun 1992 ini memiliki visi menghimpun ahli dan peneliti serta tim riset terbaik dalam satu atap untuk menghasilkan studi dan riset, dimana hasilnya TDI telah dan terus akan menjadi bahan studi terbaik bagi masyarakat Asia dan dunia.

    Sebagai sebuah Organisasi nir laba  yang berada di bawah Kementrian Pendidikan Taiwan, TDI memiliki misi  untuk menghasilkan riset, perencanaan dan desain, evaluasi, manajemen dan pelayanan promosi yang terkait konsultasi yang meliputi 16 sektor, dari kajian kebijakan publik, pembangunan regional, preservasi lingkungan, hingga manajemen bisnis dan studi humanitarian.

    Selain TDI, Kim Chan Place International Co. Ltd juga hadir dan membuka booth. Perusahaan yang berkonsentrasi pada produksi minyak Citronella ini merupakan salah satu peserta forum yang sangat membuka diri dan peluang untuk dapat berkontribusi lebih luas bagi pertanian dan industri agrikultur di Indonesia. Produk berbahan dasar Serai yang banyak tumbuh di berbagai wilayah ini tentunya akan dapat memberi banyak nilai tambah bagi tumbuhan yang secara tradisi ditanam di Indonesia.

    Menurut Shan Shan, Ketua International Business Association (IBA) ada 15 produk asal Taiwan yang ikut pameran ASAFF (Asian Argiculture and Food Forum). “Selain memperkenalkan produk, mereka juga ingin mencari partner dalam penyediaan bahan-bahan untuk produk mereka, seperti jahe, the, dll. Oleh sebab itu, keberadaan peserta pameran dari Taiwan harus dimanfaatkan para petani atau produsen bahan-bahan pokok kita sehingga bisa punya pasar yang mendunia,” ujarnya.

    Selain Citronela Oil, stand khusus Taiwan juga menampilkan HUANG TING NATURAL GOOD FOOD WORKSHOP CO yang menyediakan mesin pembuat selai dari bahan kacang-kacangan yang praktis karena setiap gram kacang yang dimasulkan ke mesin tersebut, langsung diproses menjadi selai yang siap dikonsumsi untuk dioleskan ke roti.

    Lalu HUNG KEE GINGER TEASHOP, yang memproduksi teh berbahan jahe yang sangat cocok untuk kesehatan. Produk lain yang berguna untuk kesehatan juga disediakan, CHI CHI CHOICE. Dengan mengambil sari pati ayam, produk Chi Chi Choise yang terkenal di Taiwan tersebut sangat berguna untuk ibu hamil dan menyusui serta kaum wanita pada umumnya untuk memperkuat daya tahan tubuh.

    Sementara itu, GUAN TIAN BIOLOGICAL VEGETARIAN CO LTD juga menampilkan produk makanan berserat yang berasal dari gandum. Tanpa bahan pengawet, pewarna, bebas kolesterol, dan bebas laktosa, produk Guan Tian ini sangat kaya mineral, protein, dan mampu mengurangi resiko penyakit kanker.

    Kebiazaan Taiwan dalam mengkonsumsi teh juga ditampilkan melalui produk New Soka yang diproduksi LE CUTE CORPORATION. Hadir dengan dua jenis teh, yakni New Soka’s Healthy Tea and Guava Tea, produk ini dipercaya mampu memberikan cita rasa yang berbeda ketimbang teh pada umumnya.

    Sedangkan produk QLIFE WATER PURIFIER yang juga hadir di stand Taiwan merupakan penyaring air berkualitas tinggi yang mampu menetralisir segala jenis bakteria dan virus. "Harus diakui, tehnologi pangan dan pendukungnya di Taiwan sudah sangat maju sehingga sangat cocok untuk mendapatkan mitra dari Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Saya percaya, kerjasama antara Indonesia dan Taiwan di bidang pertanian akan makin berkembang di masa mendatang,” ujar Vivien Huang, Wakil President dan CEO Taiwan Development Institute. (son)