Nut Butter Grinder, Cara Mudah Membuat Selai

    46
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Salah satu pameran perdagangan bidang pertanian terkemuka di Asia, Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASSAF) tengah berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 12 – 15 Maret 2020.

    Tahun ini pun peserta dari luar negeri juga tidak kurang meriah dan membuka peluang kerja sama, seperti hadirnya Taiwan Development Institute (TDI), Kim Chan Place International Co. Ltd., serta Huang Ting Natural Good Food Workshop Co., yang memperkenalkan sejumlah produk hortikultura.

    Ketua Internasional Business Association (IBA) Shan Shan mengatakan, pihaknya tak hanya mempromosikan produk-produk hortikultura, tapi juga membuka peluang kerjasama bagi para petani dan produsen Indonesia untuk menjadi pemasok, sekaligus mengembangkan bisnisnya. "Selain promosi, mereka juga mencari mitra pemasok bahan-bahan untuk produk mereka, seperti jahe, teh, serei, dan lainnya dari Indonesia," ujar Shan Shan

    Shan Shan menambahkan, perusahaan-perusahaan Taiwan yang turut berpartisipasi di ASSAF 2020 diantaranya adalah Kim Chan Place International Co. Ltd, Huang Ting Natural Food Workshop Co, dan Hung Kee Ginger Teashop.

    Menurut Shan Shan, ada 15 produk asal Taiwan yang ikut pameran ASAFF (Asian Argiculture and Food Forum). “Selain memperkenalkan produk, mereka juga ingin mencari partner dalam penyediaan bahan-bahan untuk produk mereka, seperti jahe, teh, dll. Oleh sebab itu, keberadaan peserta pameran dari Taiwan harus dimanfaatkan para petani atau produsen bahan-bahan pokok kita sehingga bisa punya pasar yang mendunia,” ujarnya.

    Selain memperkenalkan produk minuman dan makanan, delegasi Taiwan juga membuka stand Huang Ting Natural Good Food Workshop Co yang menyediakan mesin pembuat selai dari bahan kacang-kacangan yang praktis karena setiap gram kacang yang dimasulkan ke mesin tersebut, langsung diproses menjadi selai yang siap dikonsumsi untuk dioleskan ke roti.

    Hsien, Hung-cheng dari FELI Technology Co., Ltd mengungkapkan, pada eksebisi kali ini membawa sejumlah tipe nut butter grinder yang penggunaannya lebih praktis dan efisien. Dengan kisaran harga antara Rp 40 – 60 juta saja, alat pembuat selei ini sudah masuk pasar Indonesia dan di Taiwan sendiri alat ini menjadi bagian gaya hidup keluarga di rumah masing-masing.

    Dengan mengusung tagline 100 % natural, fresh, original, dan delicius, mantan pegawai yang beralih profesi sebagai pengusaha ini mengatakan, pihaknya memanfaatkan ajang ASSAF mencari mitra bisnis untuk memasarkan lebih banyak produk ini di Indonesia. "Indonesia pasar potensial untuk produk seperti ini karena jumlag penduduknya yang sangat banyak," paparnya. (son)