RISE Lanjutkan Program Pemberdayaan Ekonomi Disabilitas

    55
    PT Bank Maybank Indonesia (Maybank Indonesia) bersama Maybank Foundation, yayasan yang menangani corporate responsibility (CR) Maybank Group, kembali melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal bernama RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship) 2.0 di Jakarta.

    Pelatihan RISE 2.0 Level Basic ini juga dihadiri oleh Kasubdit Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, Ibu Herwijati Anita Miranda Prajitno dan manajemen Maybank Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) Budi Bhakti, Jakarta Barat dengan total peserta sebanyak 70 peserta dari berbagai latar belakang usaha seperti penjahit, penjual makanan, toko kelontong, servis elektronik, laundry, kerajinan tangan serta peserta yang mempunyai rencana membuka usaha.

    Program RISE 2.0 Level Basic akan dilaksanakan di 25 kota di Indonesia dan menargetkan sebanyak 4.780 peserta. Pelatihan level Basic ini bermanfaat untuk menjangkau lebih banyak para peserta dari daerah pedalaman, meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk siap memulai dan mengembangkan usaha termasuk keterampilan menjual dan memasarkan produk.

    Selain itu juga meningkatkan pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan serta mengenalkan para peserta kepada mereka produk dan layanan perbankan. Materi pelatihan RISE 2.0 menghadirkan pembekalan berupa perubahan pola pikir (mindset), strategi pengembangan usaha dan pemasaran serta pengelolaan keuangan.

    Di sampng itu, RISE 2.0 juga hadir dalam 3 (tiga) tingkatan pelatihan, yakni Level Basic, Standard dan Premium dengan perbedaan pada kedalaman materi pelatihan, pendampingan (mentoring) dan durasinya. Untuk level Basic, peserta akan diberikan pengenalan dasar program kewirausahaan, sementara untuk level Standard dan Premium, peserta juga akan mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan teknologi dan pengetahuan digital guna menunjang pengembangan usaha para peserta di era disrupsi dan industri 4.0 masa kini.

    Selain itu, untuk level Standard dan Premium, disediakan program pendampingan yang terstruktur dimana untuk level Standard peserta akan mendapatkan program mentoring dan coaching selama enam bulan, sedangkan untuk Premium dengan durasi 12 bulan. Selama program mentoring para peserta akan didampingi oleh mentor secara personal dengan metode face-to-face mentoring dan telephone mentoring guna memantau dan memacu peserta dalam meningkatkan pendapatan dan kapasitas usahanya. 

    Pelaksanaan program RISE 2.0 tahun 2020 hingga 2023 akan menargetkan lebih banyak komunitas penyandang disabilitas dan komunitas marjinal di berbagai wilayah di Indonesia dengan total peserta (Level Basic, Standard & Premium) sekitar 7.350 peserta. Program ini secara regional telah diluncurkan pada 26 September 2019 di Manila, Filipina dan akan diperluaskan cakupan pelatihannya hingga ke enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos dan Myanmar. (son)