Begini Cara Sido Muncul Lindungi Lansia dari Virus Corona

    217
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Merebaknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat bencana akibat virus corona hingga 29 Mei 2020. Seluruh masyarakat diimbau agar bersatu dalam mengatasi penyebaran virus corona.

    Menyikapi hal tersebut, Sido Muncul menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan produk Tolak Angin dan berbagai produk herbal lainnya kepada para lansia yang dibina di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4, di Cengkareng, Sabtu (21/3).

    Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dalam rilis yang diterima di Jakarta, Minggu (22/3) mengatakan, yang paling banyak terjangkit atau meninggal dunia karena virus corona adalah lansia di atas 70 tahun. "Jadi kita tidak bisa menutup mata bahwa lansia lebih rentan terjangkit virus corona. Untuk itu, Sido Muncul mendistribusikan bantuan berupa Tolak Angin Cair, Vitamin C1.000, Sari Kunyit, Jahe Wangi, dan Madu Jahe. Kami juga memberikan handuk, sarung, kaos, hingga mesin cuci untuk keperluan sehari-hari para lansia," kata Irwan.

    Irwan mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak panti, yang paling dibutuhkan lansia saat ini adalah obat herbal. "Kami harap dengan bantuan ini, para lansia dapat mengonsumsinya secara rutin, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dan mengurangi kemungkinan tertular penyakit," ujar Irwan.

    Sumbangan bagi lansia ini menjadi langkah awal Sido Muncul dalam berbagi terhadap sesama di tengah pandemi corona. Bukan hanya itu, Sido Muncul juga tengah merencanakan bantuan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan hand sanitizer.

    Lansia Mandiri

    Sementara bantuan dari Sido Muncul seperti ini diakui Reza, administrasi kantor Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 merupakan yang pertama kali. Sepanjang tahun 2020 ini memang banyak yang memberikan bantuan untuk 220 lansia yang tinggal di panti tersebut.

    Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 4 menempati dua lokasi di Cengkareng dan Tanjung Priok. Untuk di Tanjung Priok diungkapkan Reza, hanya terdapat sekitar 25 orang lansia mandiri dan kebanyakan perempuan. Para penghuni pantai ini pun kebanyakan kakek-nenek dengan rentang usia 45 tahun ke atas yang sudah tak memiliki keluarga.

    Pencegahan preventif seperti mengajarkan cuci tangan yang baik, pakai masker, hingga berjemur juga dilakukan guna mencegah panyebaran corona di panti lansia ini. Termasuk pemberian rutin vitamin C dan minuman herbal. "Untuk produk Sido Muncul terutama Tolak Angin kakek-nenek biasanya suka minta ramuan itu, sebelum mereka minum obat. Menurut saya, kan sudah ada profesor dari Indonesia sendiri yang menyatakan kalau ramuan Indonesia itu bagus untuk penangkal covid ini. Kita salah satu yang percaya bahwa jamu kaya Sido Muncul bisa menghapus jejak virus-virus," tambah Reza.

    Bukan hanya itu, para petugas yang berjaga di panti pun diberlakukan sistem kerja work from home. Dua hari masuk dan dua hari libur. Serta pengunjung yang mau memberikan bantuan juga tak diperbolehkan untuk kontak langsung dengan para lansia.

    Work From Home 

    Sistem work from home juga diterapkan Irwan kepada karyawan Sido Muncul di Jakarta. Selain itu, seluruh karyawan juga dibekali masker, hand sanitizer, hingga sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona.

    Irwan pun mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersinergi membantu pemerintah dengan melakukan social distancing, tetapi tidak lupa bergerak memberikan bantuan. "Tentu kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan imbauan pemerintah untuk menghindari keramaian dan aktivitas apa pun di luar rumah. Tapi, berjarak bukan berarti kita tidak bergerak. Artinya, selain menjaga jarak minimal, kita juga harus menggerakkan hati membantu orang-orang yang membutuhkan," katanya.

    Selain lansia, kata Irwan, pihaknya akan memperluas bantuan ke berbagai wilayah, mendistribusikan APD kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Intinya, apa yang bisa Sido Muncul bantu, selama niatnya baik, akan dilakukan. "Tapi tentu saja, selama pendistribusian bantuan, kami mengikuti prosedur kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah," tutup Irwan. (son)