Kemenhub Minta Maskapai Serahkan Riwayat Pilot Meninggal Akibat Corona

    27
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan meminta kepada pihak maskapai untuk menyerahkan riwayat pilot yang diduga meninggal akibat menderita virus corona. "Kita minta ke maskapai untuk menyerahkan ‘history’ (riwayat) pilot ini terbang ke mana saja, co-pilot-nya siapa, krunya siapa agar untuk melakukan tes swab dan isolasi mandiri,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto kepada di Jakarta, Senin (23/3).

    Upaya tersebut, kata Novie, merupakan perintah yang sesuai dengan Protokol Kementerian Kesehatan, di mana orang yang kontak dengan positif corona harus dilacak dan dikarantina.

    Novie membenarkan bahwa pilot yang bersangkutan, yakni Captain Sutopo Putro merupakan pilot maskapai nasional, namun Ia enggan menyebutkan nama maskapai tersebut. "Kemenhub tidak berwenang untuk menyampaikan nama maskapai ini,” katanya.

    Sebelumnya, salah satu pilot (person in command) Lion Air bernama Capt. Sutopo Putro meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di salah satu rumah sakit di Tangerang, Minggu (22/3) sekitar pukul 17.50 WIB. Sejauh ini, Lion Air belum menerima informasi yang pasti penyebab meninggalnya almarhum Capt. Sutopo Putro.

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaiknya.

    Danang mengatakan, Capt. Sutopo Putro memiliki catatan terkait perilaku, kesehatan serta kinerja (performance). yang cukup baik. Berdasarkan rekam medis, kata Danang, pengecekan kesehatan (medical check-up) terakhir almarhum pada 4 Maret 2020, dimana yang bersangkutan dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight). Tidak ada catatan yang menunjukkan penggunaan obat-obat terlarang dan narkoba. (son)