Ini Strategi Business Survival AP II di Tengah Pandemi Virus Corona

    85
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Angkasa Pura II tengah menjalani fase Business Survival dalam merespons tantangan pandemi global COVID-19. Fase Business Survival sendiri merupakan langkah pertama sebelum perseroan beranjak ke fase Business Recovery, lalu lanjut ke fase Business Sustainability. Adapun ketiga fase tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko Business Continuity Management yang ditetapkan PT Angkasa Pura II.

    President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pada fase Business Survival ini yang menjadi tujuan perseroan adalah perlindungan tenaga kerja, optimalisasi arus kas, dan menjaga kinerja keuangan. “Tujuan itu antara lain dapat kami capai dengan berbagai penghematan keuangan yaitu mengurangi biaya operasional, melakukan efisiensi pos pengeluaran, dan menghapus biaya nonproduktif,” katanya.

    Awaluddin mengatakan penghematan biaya operasional sudah berjalan dengan menyesuaikan pola operasional bandara, seperti misalnya mengurangi penggunaan fasilitas nonprioritas karena frekwensi penerbangan di 19 bandara juga mengalami penurunan. Adapun pada Januari 2020 rata-rata penerbangan masih sekitar 2.169 penerbangan/hari, namun pada bulan ini (1-21 April) rata penerbangan turun menjadi 650 penerbangan/hari.

    Penyesuaian pola operasional ini dapat menghemat biaya operasional sebesar 25% hingga 30%. “Penyesuaian pola operasional selain menghemat biaya operasional 25-30% juga dapat mendukung aspek kesehatan bagi para pekerja karena kami bisa menerapkan konsep kerja dari rumah [work from home] dan sistem roster serta split team juga split project,” jelas Awaluddin.

    Ia mengatakan, berbagai penghematan yang dilakukan saat ini dusebut dengan Cost Leadership, dan dapat mendukung kekuatan kas atau Cash Position dari perseroan.

    Di samping melakukan penghematan, PT Angkasa Pura II juga menjalankan sejumlah strategi pada fase Business Survival ini guna mempertahankan pelanggan yang ada dan memperluas portofolio bisnis guna mengamankan pendapatan.

    Hingga akhir tahun ini, pendapatan perseroan diperkirakan dapat mencapai sekitar 60% hingga 70% dari target awal yang sebesar Rp12,8 triliun. “Pendapatan kami pada tahun yang penuh tantangan ini diperkirakan bisa tercapai 60-70% dari target awal, yang ditetapkan sebelum adanya pandemi global COVID-19,” katanya.

    Jumlah penumpang pesawat saat ini memang tengah turun yang berdampak pada pendapatan aeronautika, namun demikian kami akan menggenjot pendapatan dari sektor lainnya seperti memaksimalkan utilisasi dari non performing asset seperti lahan kosong, serta dari titik komersial, ritel dan sebagainya. “Pendapatan dari pengelolaan kargo kami perkirakan juga masih bisa lebih baik. Hal lainnya, Perseroan juga sedang mengkaji untuk melakukan diversifikasi portofolio anak usaha melalui kemitraan strategis,” ungkap Awaluddin.

    Adapun fase Business Survival ini dijalani PT Angkasa Pura II sepanjang penyebaran COVID-19 masih terjadi.

    PT Angkasa Pura II tetap berkomitmen untuk menjaga konektivitas transportasi udara nasional dengan mengedepankan aspek kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta tetap berupaya menjaga kinerja keuangan perusahaan di tengah pandemi COVID-19. (son)