Indonesia Dinilai akan jadi Pusat Ekosistem Blockchain di Asia Tenggara

49

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dengan adopsi teknologi yang cepat, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia dinilai akan menjadi salah satu pusat terkemuka dari ekosistem blockchain di Asia Tenggara. Latar belakang tersebut melandasi diperolehnya investasi, salah satu pedagang aset kripto yang teregulasi di Indonesia, Tokocrypto dari Binance.

Investasi ini menurut Co-Founder dan CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, akan digunakan untuk mempercepat pengembangan bisnis mereka, termasuk dalam hal produk dan layanan baru, pengembangan teknologi, menghadirkan inisiatif-inisiatif baru dalam hal edukasi blockchain di Indonesia, serta ekspansi secara nasional, seperti Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, dan lainnya.

“Investasi ini menjadi penegasan akan kepercayaan dari pemimpin pasar aset kripto secara global terhadap potensi blockchain ekosistem di Indonesia yang sangat menjanjikan,” sebut Pang Xue Kai dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/5).

Investasi ini juga akan digunakan untuk menghadirkan dan meningkatkan layanan terbaik mereka di pasar Indonesia, serta mempercepat visi mereka dalam menghadirkan ekosistem keuangan terbuka melalui teknologi blockchain.

Didirikan pada awal 2018, Tokocrypto bertujuan untuk mendorong adopsi dan aksesibilitas berkelanjutan dari aset kripto di Indonesia melalui transaksi perdagangan dan layanannya. Pada 2019 Tokocrypto menjadi pedagang aset kripto pertama yang terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Di pihak lain, Pendiri dan CEO Binance, Changpeng Zhao menyatakan, investasi mereka kali ini memungkinkan untuk mengeksplorasi bersama peluang baru yang menarik untuk pasar Indonesia bersama mitra lokal yang telah teregulasi untuk menghadirkan kebebasan dalam hal keuangan.

Tokocrypto juga didukung dewan penasihat yang sangat berpengalaman dalam dunia aset kripto, termasuk Joshua Ho dan Darius Sit dari QCP Capital, serta Shaun Djie dari Digix, yang telah menjadi penasihat tim sejak 2018. “Tokocrypto juga akan tetap mengembangkan berbagai inisiatif baru, termasuk melanjutkan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan di Indonesia seperti BAPPEBTI dan PPATK, serta menjalin kerjasama strategis dengan para pelaku industri lainnya,” tutup COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. (grd)