Inspirasi dari Seberang, Gotong Royong dan Berdonasi Melawan Covid-19

    26
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya gotong royong, partisipasi, saling membantu di antara masyarakat untuk memerangi virus corona. Himbauan itu dengan serta merta disambut masyarakat luas. Bukan hanya  mereka yang tinggal di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. 

    Seperti yang dilakukan kakak beradik, Sylvia Ratna Yudowati Jenkins (Inggris) dan Dety Rinavani Ziminski (Singapura). Keduanya  mengirimkan donasi kepada paman mereka, pengamat musik, Bens Leo di Jakarta untuk dijadikan paket sembako. “Ini donasi kami yang ketiga, bantuan kami tidak banyak. Tapi minimal bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Jabodetabek dengan berbagi kebutuhan pokok, terlebih di tengah persiapan menyambut hari raya Lebaran,” ujar Slyvia via WA Chat di Jakarta, Selasa (19/5).

    Slylvia mengatakan, donasi tersebut bukti cinta mereka yang jauh dari Indonesia kepada masyarakat di tanah air. “Saya berjanji akan terus turut berjuang bagi Indonesia,” ungkap Sylvia yang menyebut donasi ini juga dibantu oleh temannya dari Berlin, Dubai dan Jakarta, antara lain Masni Eritrina dari Mutigo Indonesia.

    Sylvia juga merekomendasikan temannya  yang lain, Djelantik Atiek, R. Hartami & Darmono, pendiri PT Griya Boga Mandiri, yang bergerak di bisnis kopi sejak 2018, untuk bergabung menyertakan produknya  dalam paket kemasan sembako yang dibagikan. Mereka dibantu oleh pengusaha café, Kunanti Kopi (Bintaro ) dan Kopi Oemah Padi (BSD).

    Bens Leo yang ditugasi para ponakannya untuk mengatur pembelian paket sembako sekaligus pendistribusiannya, kemudian tergerak melobi beberapa pihak lain.

    Pertama, Marsekal (Purn) Chappy Hakim (KSAU 2002 -2005), penulis buku terproduktif  tentang kedirgantaraan, yang kini sedang menyiapkan buku baru  tentang Band The Playset, band milik Marsekal di mana ia mengambil peran sebagai saxophonis dan gitaris, usai purna tugas sebagai KSAU). Kedua  notaris muda  Meggy Tribuana, S.H., M.Kn., dan ketiga Neisya dari Gerakan Memakai Masker (Gemas).

    Bens Leo mengatakan, anjuran pemerintah untuk tetap menggunakan masker di luar rumah ternyata masih belum sepenuhinya dipatuhi masyarakat. “Kita harus terus menerus mengingatkan masyarakat. Karena ini salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, selain tetap rutin mencuci tangan dan  upayakan tetap menjaga jarak,” kata Bens Leo.

    Sementara itu Nesya dari Gemas mengatakan, petugas pengangkut sampah,  para driver ojol, tukang sayur, petugas TPU, supir angkot, tukang becak, merupakan orang-orang yang rentan terjangkit Covid-19, karena setiap hari  mereka berinteraksi dalam jarak dekat dengan banyak orang. “Penggunaan Masker kain yang dapat dicuci dan dipakai berulang kali bisa didapat gratis dengan mengirimkan pesan lewat Whatsapp di nomor *0813-1920-0030* dan ikuti instruksi yang diberikan termasuk Follow *IG @gemas.official. “Dengan bergotong royong membantu kesulitan masyarakat seperti yang dianjurkan Pak Jowowi,  dengan bersatu dan berdisiplin menggunakan masker, Indonesia pasti bisa melalui cobaan besar ini,”  kata Bens yang bersama rekan-rekan dari xposeindonesia.com menyerahkan santunan tahap ketiga ini secara langsung kepada masyarakat, termasuk kepada jurnalis. “Sudah puluhan paket donasi yang masuk  ke dapur jurnalis seni budaya Indonesia, tempat Bens dan kawan kawan mengabdi,” tutup Bens Leo. (son)