Kemenparekraf Jaga Eksistensi Pariwisata Indonesia di Pasar Asia Timur

    8
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya menjaga eksistensi pariwisata Indonesia di tiga negara pasar kawasan Asia Timur yaitu Jepang, Korea Selatan dan Chinese Taipei. Salah satunya dengan melakukan webinar series bersama lebih dari 100 pelaku industri pariwisata dari masing-masing originasi. “Upaya ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap citra pariwisata Indonesia dengan menyampaikan kebijakan terkini dan product update pariwisata Indonesia,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/5).

    Rangkaian Webinar series mengambil tema berbeda. Webinar untuk pasar Korea yang berlangsung pada Rabu (20/5) mengusung tema “Ultimate Experience Beyond Bali: Sumba Island”, dilanjutkan dengan pasar Jepang pada Kamis (21/5) dengan tema “Indonesia Tourism’s Approach to the New Normal: Challenges and Opportunities” serta disusul pasar Chinese Taipei pada Senin (15/6) bertemakan “Indonesia Tourim’s Approach to The New Normal for Taiwan Market”.

    Ketiga tema webinar series tersebut dipilih sebagai langkah awal untuk tetap dapat memberikan inspirasi kepada calon wisatawan sehingga ketika destinasinya siap dan pasar sudah memperbolehkan warganya melakukan perjalanan ke luar negeri, destinasi Indonesia sudah ada di benak calon wisatawan.

    Sementara kebijakan yang disampaikan dalam rangkaian webinar tersebut diantaranya mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Cleanliness, Health and Safety) yang menjadi program Kemenparekraf dalam upaya mempercepat recovery pariwisata Indonesia.

    Lebih lanjut Nia menjelaskan, market dari pasar short haul, termasuk ketiga negara tersebut  diproyeksi mengalami recovery pascapandemi yang lebih cepat dibanding fokus pasar (negara) lainnya. “Dengan penyampaian kebijakan terkini dan product update produk pariwisata Indonesia ke ketiga negara pasar tersebut diharapkan brand awareness pariwisata Indonesia tetap terjaga,” kata Nia Niscaya. (son)