Gelar RUPS Tahunan, GMFI Tetapkan Perubahan Pengurus Perseroan

    17
    Gelar RUPS Tahunan, GMFI Tetapkan Perubahan Pengurus Perseroan | Bisnis Jakarta

    TANGERANG (Bisnisjakarta)-

    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Bertempat di Garuda City Center Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, RUPST GMF memutuskan tujuh agenda rapat yaitu Persetujuan Laporan Tahunan 2019, Penetapan Remunerasi 2020 bagi Direksi dan Dewan Komisaris, Penunjukan Kantor Akuntan Publik tahun buku 2020,  Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), Laporan penggunaan dana Penawaran Umum Saham Perdana, Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Repulik Indonesia Nomor Per-08/Mbu/12/2019 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara, dan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan. 

    Mempertimbangkan kondisi terkini terkait pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) serta sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, RUPST diselenggarakan dengan metode yang lebih efektif dan efisien tanpa mengurangi keabsahan penyelenggaraan Rapat. Kehadiran Pemegang Saham dioptimalkan dengan pemberian kuasa baik secara konvensional melalui situs web Perseroan maupun e-proxy Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dengan penerapan metode RUPS tersebut kehadiran pemegang saham kuorum sejumlah 90%. 

    Dalam laporan tahunan perseroan, GMFI berhasil meraih pendapatan bersih sebesar USD519,48 juta sepanjang tahun 2019 yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 10,5% dari pendapatan usaha di tahun 2018. Pendapatan usaha yang datang dari luar grup meningkat 3.1% terutama di area airframe maintenance. Untuk memperluas ekspansi volume bisnis di sektor tersebut, GMF bekerjasama dengan PT Indopelita Aircraft Services dalam hal penambahan kapasitas hangar baru. GMF juga berhasil mewujudkan international footprint pertama yakni pembukaan branch office di Australia. 

    VP Corporate Secretary & Legal, Maryati, menyampaikan, selain menambah kapasitas hangar, GMF terus berupaya untuk menambah sertifikasi dan approval, “Hal ini penting guna menguatkan GMF sebagai perusahaan perawatan pesawat yang patuh dan mampu memenuhi standar yang ditetapkan”, ujar Maryati. GMF juga mencatatkan prestasi sebagai top 9 Airframe MRO in the world pada tahun 2019 yang diberikan oleh majalah Aviation Week. 

    Pada perspektif operasional, GMFI berhasil memenuhi ekspektasi pelanggan sehingga mencapai target Customer Satisfaction Index (CSI) yang dibuktikan dengan  meningkatnya share of wallet dari customer internasional. Selain itu, aspek kesiapan pegawai (Employee Readiness) juga berhasil memenuhi target yaitu 97.5% dari target 95.0%. Pencapaian Compliance Index GMF juga dikategorikan baik (99.6%) sejalan dengan usaha peningkatan implementasi GCG, internal audit, dan keberjalanan program safety & quality.

    RUPST GMF juga memutuskan untuk memberikan kuasa dan pelimpahan kewenangan dalam menetapkan besaran gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi  dewan komisaris  dan direksi. Pemegang saham yang hadir juga menyetujui pemberian kuasa dan pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen dalam melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2020 serta melaksanakan peningkatan modal disetor yang ditempatkan dalam rangka pelaksanaan program MESOP.

    GMFI juga melaporkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana yang didapatkan pada Oktober 2017 silam. Dalam pelaksanaan IPO, GMF meraih dana sebesar 1,1 Trilyun Rupiah dengan komposisi penggunaan 60% untuk investasi, 25% untuk modal kerja dan 15% untuk refinancing. Maryati menjelaskan bahwa saat ini keseluruhan dana yang dialokasikan telah habis digunakan. “Penggunaan ini telah Perseroan laporkan per tanggal 15 Juli 2019“ kata Maryati. Sebagai salah satu anak usaha BUMN, GMF juga menetapkan pedoman umum  pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan pengukuhan pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN. 

    Pada mata acara terakhir, pemegang saham menyetujui susunan pengurus Perseroan yang baru. I Wayan Susena ditunjuk menjadi Direktur Utama GMF menggantikan Tazar Marta Kurniawan yang diberhentikan secara hormat. Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama, Wayan menjabat sebagai Direktur Bisnis dan Base Operation di GMF sejak Agustus 2019. Atas amanah barunya, Wayan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Tidak lupa saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya pada pengurus Perseroan yang lama dan akan melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik serta berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Perseroan” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya akan menyiapkan strategi untuk menghadapi new normal dengan memaksimalkan pemulihan core bisnis aviasi serta terus melakukan penetrasi bisnis dibidang non-aviasi  .

    Berikut merupakan susunan pengurus Perseroan berdasarkan keputusan RUPST PT GMF AeroAsia Tbk. 

    Komisaris Utama         : Rahmat Hanafi 

    Anggota Dewan Komisaris : Maria Kristi Endah Murni

    Komisaris Independen : Gatot Sulistiantoro Dewa Broto

    Komisaris Independen : Ali Gunawan

    Komisaris Independen : Bobby Rasyidin

    Direktur Utama       : I Wayan Susena

    Direktur : Andi Fahrurrozi 

    Direktur : Erman Noor Adi

    Direktur : Pudjo Sarwoko

    Direktur : Edward Okky Avianto

    Optimisme Menjelang New Normal

    Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian dunia, termasuk di dalamnya industri penerbangan. Setelah memasuki bulan ke enam, perlahan dunia mulai memasuki fase pemulihan, beberapa negara telah melonggarkan lockdown-nya dan aktivitas penerbangan mulai kembali aktif dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh WHO. Aktivitas penerbangan yang kini mulai hidup memberi angin segar dan optimisme bagi GMF untuk turut mengembalikan ritme bisnisnya.

    Wayan menyampaikan bahwa GMF berkomitmen untuk tetap menjaga pelayanan terbaiknya selama masa pandemi guna mendukung operasional customer-nya. “Bagaimanapun perkembangan kondisi pandemi, GMF tetap berupaya menjaga bisnis untuk tetap berjalan, jika nanti pesawat dibutuhkan untuk terbang, maka pesawat yang ada di hangar akan selalu kami siapkan untuk mengudara kembali”, ungkap Wayan. (son)

    Dikirim dari iPhone saya