Bekerja di Jakarta, Begini Usul Walkot Bogor

    23
    BOGOR (Bisnisjakarta)-
    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai antrian calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bogor pada hari kedua kerja, Selasa (9/6), sudah lebih cair, meskipun tetap ramai, namun sudah lebih dinamis dibandingkan dengan Senin kemarin. “Saya melihat antrean calon penumpang KRL masih tetap panjang, tapi petugas di Stasiun Bogor bisa mengaturnya dengan baik, sehingga pengantre tidak menunggu terlalu lama,” kata Bima Arya di Stasiun Bogor, di Kota Bogor, Selasa (9/6).

    Antrean cukup panjang tampak terlihat di Stasiun Bogor mulai pukul 05:30 WIB sampai sekitar pukul 07:00 WIB. Namun petugas di Stasiun Bogor membagi antrean tersebut menjadi tiga bagian, mulai dari pelataran luar stasiun, di tengah stasiun, dan di peron kereta, sehingga antrean tersebut bisa bergerak lebih cepat.

    Menurut Bima Arya, antrian calon penumpang pada Senin kemarin dan Selasa hari ini baru sekitar 40 persen dari normal, tapi sudah ramai. “Bagaimana kalau pada pekan depan mall sudah dibuka, pasti akan lebih ramai lagi,” katanya.

    Kalau sudah sangat ramai, kata dia, akan terjadi keramaian, bukan hanya di stasiun tapi ke dalam gerbong kereta. “Ini harus diantisipasi,” katanya.

    Karena itu Bima Arya mengusulkan mengusulkan pengaturan jam kerja pada kantor-kantor di Jakarta dengan menerapkan waktu kerja secara shift, yakni berangkat kerja pukul 08:00 WIB dan ada yang berangkat kerja pukul 13:00 WIB.

    Menurut dia, pada Senin (8/6) malam dirinya mengikuti konferensi video yang juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perhubungan Budi Karya. “Kepada Pak Menteri saya sudah menyampaikan usulan sistem shift tersebut,” katanya. (son)