PPDB 2020 Dengan Zonasi Bertujuan Agar Warga Miskin Tak Tersingkir

    81
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan bahwa sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 dengan jalur zonasi bertujuan agar warga miskin tidak tersingkir dan hilang kesempatannya mendapatkan pendidikan berkualitas.

    Selama ini, kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Senin (15/6), proses seleksi untuk masuk ke sekolah negeri dijadikan acuan mengingat daya tampung sekolah negeri di wilayah DKI Jakarta yang masih di bawah jumlah calon siswa pada tiap jenjangnya.

    Nahdiana mengungkapkan kriteria pertama seleksi dalam Jalur Zonasi adalah tempat tinggal/domisili calon peserta didik harus berada dalam zona yang telah ditetapkan pada SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

    Apabila jumlah pendaftar PPDB Jalur Zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

    Saat ini, kata Nahdiana, terdapat peningkatan kuota jalur afirmasi untuk jenjang SMP dan SMA, dari 20 persen menjadi 25 persen dan jenjang SMK dari 20 persen menjadi 35 persen.

    Selain itu, disediakan 40 persen kuota di Jalur Zonasi yang dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang berada di zonasi tersebut. Untuk kuota Jalur Prestasi jenjang SMP dan SMA sebanyak 30 persen, sedangkan jenjang SMK 60 persen. “Sementara porsi 5 persen sisanya untuk Jalur Perpindahan Orang Tua atau Guru,” katanya.

    Nahdiana menjelaskan, usia yang lebih tua akan didahulukan. Sistem sekolahpun dirancang sesuai dengan tahap perkembangan anak sehingga disarankan agar anak-anak tidak terlalu muda ketika masuk suatu jenjang sekolah.

    Pemprov DKI Jakarta juga tidak mengabaikan prestasi siswa, yakni dengan menyediakan Jalur Prestasi untuk menyeleksi siswa berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik.

    Di tengah pandemi COVID-19, seluruh proses PPDB dilaksanakan dari rumah secara daring dimulai dari pengajuan akun, pendaftaran/pemilihan sekolah, sampai ke proses lapor diri untuk peserta didik yang lolos seleksi. (son)