Pasarkan Minura Jamu, Bu Wied Ajak Masyarakat Nikmati Selera Leluhur

    144
    PANDEMI Virus Corona telah menimbulkan ketakutan bagi semua orang, lantaran belum ditemukannya vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit yang mewabah secara global ini.

    Solusi sementara adalah masyarakat diminta untuk menjalankan protokol kesehatan sebagaimana himbauan pemerintah sembari memperkuat daya tahan tubuh untuk mengurangi resiko tertularnya Corona Virus Disease alias Covid-19 ini. Daya tahan tubuh bisa dibangun diantaranya yaitu secara rutin minum jamu, ramuan tradisional warisan para leluhur.

    Adalah Ibu Hajjah Widowati alias Bu Wied mencoba memberikan solusi terhadap ancaman tertularnya covid-19 di tengah pandemi saat ini, dengan menawarkan minuman penambah daya tahan tubuh dengan brand Minura alias Minuman Nusantara, minuman jamu tradisional.

    Ibu tiga anak yang selama ini banyak terbantu dengan membuka usaha 'warung tetangga' itu melakukan inovasi usaha memproduksi minuman jamu tradisional yang dikenal sepanjang sejarah bangsa Indonesia sudah sangat akrab dengan keseharian masyarakat.

    Berbagai varian Minura Jamu yang diproduksi secara massal tersebut diyakini mampu mengurangi penularan virus corona seperti Kunyit Asem, Temulawak, Beras Kencur, Jahe, dan Mpon-mpon. Selain berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh, berbagai varian Minura Jamu juga mampu memperbarui kesehatan dan kebugaran tubuh.

    Bu Wied mengatakan, dirinya banyak memanfaatkan sarana media sosial untuk mempromosikan dan memasarkan produk, selain promosi langsung kepada tetangga di Kompleks Perumahan Mahkota Simprug – Ciledug, Tangerang. “Alhamdulillah, animo konsumen cukup tinggi,” kata Bu Wied.

    Harga yang dipatok relatif terjangkau untuk sebuah minuman multi khasiat yaitu berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp15 ribu untuk ukuran 500 ml. “Bagi reseller tentu akan mendapat harga spesial dan bonus,” kata Bu Wied.

    Kini, seiring mulai banyak pesanan, Bu Wied mampu memproduksi sebanyak yang dipesan konsumen. Pasarnya memang masih didominasi oleh konsumen di wilayah Jakarta dan Tangerang. “Saya membatasi pesanan hanya untuk wilayah terbatas mengingat minuman ini diracik tanpa pengawet sehingga waktu antar harus lebih cepat sampai kepada konsumen untuk menjaga kualitas minuman,” kata perempuan asal Banyuwangi ini.

    Bu Wied memastikan produk minuman ini diolah sendiri dengan bahan ramuan berkualitas baik yang didatangkan dari berbagai daerah. “Saya mengolah sendiri bahan-bahan Minura dengan sangat higienis, dan semua varian tanpa bahan pengawet,” kata Bude, merujuk panggilan warga kepada perempuan yang bersuamikan pria asal Palembang ini.

    Meski terbilang baru, namun respons positif dirasakan sudah mulai terlihat dari para konsumen. “Sudah banyak yang memesan Minura. Dan saya tetap memakai pola marketing online via Facebook, Instragram, dan media sosial lainnya. Saya juga memanfaatkan WAG yang dibantu anak-anak,” kata Bu Wied seraya minta didoakan agar usahanya terus berkembang. (son)