Empat Skenario Ini Dijadikan Strategi Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan

    23
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Angkasa Pura II bersama stakeholder penerbangan nasional menyiapkan strategi pemulihan (recovery) lalu lintas penerbangan guna mendukung aktivitas perekonomian.

    Strategi recovery terdiri dari 4 langkah, yaitu optimalisasi slot time di bandara, pengaktifan kembali rute-rute domestik, peningkatan frekuensi di setiap rute, dan normalisasi jam operasional bandara.

    President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan bersama stakeholder mengupayakan lalu lintas penerbangan dapat pulih kembali mulai bulan ini. “Mulai Juli 2020, kami menekankan dimulainya recovery lalu lintas penerbangan guna mendukung aktivitas perekonomian di Indonesia,” kata Awaluddin.

    Awaluddin mengatakan, fokus pemulihan pada tahap awal adalah rute domestik untuk memperkuat konektivitas kota-kota di Indonesia. Tentunya sektor penerbangan nasional tetap mengedepankan protokol kesehatan dan keamanan.

    Berikut empat langkah di dalam strategi pemulihan lalu lintas penerbangan nasional yaitu optimalisasi slot hingga 30%. “Slot time ditargetkan meningkat bertahap. Pada Juli ini, kami targetkan rata-rata 30% dari sebelumnya di tengah pandemi ini berkisar 10%-20%,” ujar Awaluddin.

    Kemudian pengaktifan kembali rute penerbangan. Menurut Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon B. Prawiraatmadja, optimalisasi utilitas pesawat penting dilakukan maskapai, dan diharapkan hal tersebut dapat dilakukan ketika sektor penerbangan sudah memasuki fase recovery. “INACA mematuhi setiap prosedur di tengah pandemi COVID-19, dan sangat mengapresiasi berbagai upaya atau pemanfaatan teknologi yang bisa digunakan agar prosedur dapat dijalankan dengan sederhana,” ujar Denon.

    Selain itu, peningkatan frekuensi penerbangan. Dan, terakhir yaitu normalisasi jam operasional bandara. Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan Airnav Indonesia akan memberikan pelayanan navigasi penerbangan mengikuti normalisasi jam operasional bandara dengan mengutamakan aspek keselamatan.

    Pihak groundhandling pun siap mendukung recovery sektor penerbangan nasional. “Gapura Angkasa menyesuaikan pelayanan dengan lalu lintas penerbangan pada masa recovery,” ujar Direktur Utama Gapura Angkasa I Dewa Gede Mahayana. (son)