Kredit UMKM, BNI Gelontorkan Rp5 Triliun

    15
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Bank Negara Indonesia (BNI) menggelontorkan Rp5 triliun dana pemerintah untuk penyaluran kredit UMKM, karena sektor ini memiliki peluang tumbuh meski paling pertama terdampak COVID-19. “Penyaluran kredit kepada UMKM diutamakan kepada sektor padat karya sehingga dapat memberikan efek berlipat terhadap perekonomian nasional,” kata Direktur Utama BNI Herry Sidharta di Jakarta, Selasa (7/7).

    Menurut dia, bank BUMN ini siap untuk meningkatkan dana pemerintah itu hingga Rp15 triliun dalam bentuk penyaluran kredit kepada UMKM.

    Nantinya kredit UMKM akan disalurkan kepada debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga dapat menjangkau pelaku usaha lebih luas di sektor produktif seperti pertanian, industri, jasa dan perdagangan.

    Sektor pertanian, kata dia, dinilai sebagai sektor yang tahan terhadap penyebaran pandemi COVID-19 sehingga mendorong bank pelat merah ini menggenjot kreditnya melalui pembiayaan kelompok tani.

    Selain itu pembiayaan juga diarahkan untuk sektor yang memiliki rantai nilai dari hulu ke hilir serta pengembangan pertanian pintar menggandeng pelaku usaha rintisan bidang pertanian.

    Pada program kedua, pihaknya berupaya mempercepat upaya restrukturisasi kredit debitur yang terdampak COVID-19 dengan realisasi hingga 25 Juni 2020 sebanyak 183.359 debitur UMKM dengan portepel senilai Rp24,3 triliun.

    Debitur non-KUR yang akan mendapatkan subsidi bunga pemerintah diperkirakan sebanyak 25.177 debitur dengan nilai subsidi bunga mencapai Rp314 miliar.

    Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, bank BUMN ini juga berpartisipasi dalam program penjaminan untuk kredit modal kerja UMKM bagi debitur yang terdampak COVID-19 ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Askrindo dan Jamkrindo.

    Adapun potensi UMKM binaan yang akan diikutkan program penjaminan sebanyak 3.000 debitur dengan total maksimum kredit senilai Rp5 triliun.

    Selain itu BNI juga menyalurkan Rp10 triliun untuk UMKM baru yang siap memasuki era normal baru dan memberikan bunga murah untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). (son)