New Normal Transportasi Laut, Pelni Optimis Penumpang Meningkat

    22
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyambut baik adanya pembukaan akses pelabuhan dibeberapa wilayah di Indonesia. Setelah adanya pembatasan pelaksanaan kegiatan transportasi laut dan ditutupnya sejumlah pelabuhan di masa pandemi Covid-19, hingga saat ini (7/7) sudah terdapat 61 Pelabuhan yang membuka aksesnya baik untuk embarkasi dan debarkasi bagi penumpang serta 5 pelabuhan yang hanya melayani proses embarkasi.

    Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni O.M. Sodikin menyampaikan, setelah adanya pelonggaran perjalanan bagi penumpang, PELNI mencatatkan sebanyak 14.685 pelanggan telah berpergian dengan kapal penumpang sejak Mei 2020 hingga 5 Juli 2020 dan sebanyak 16.456 pelanggan yang berpergian dengan kapal perintis pada periode yang sama. “Pelni optimis jumlah penumpang akan terus meningkat terutama setelah mulai dibukanya kembali pelabuhan dan mulai dilakukannya kembali kegiatan operasional kapal walaupun masih secara bergantian guna menjaga efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional,” ungkap Sodikin.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menyampaikan, Pelni tetap mematuhi peraturan yang berlaku terkait kegiatan naik turun penumpang kapal pada setiap daerah dan selalu menjalankan protokol kesehataan Covid-19 selama melaksanakan kegiatan operasionalnya.

    Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya, Pelni juga terus mematuhi dan melaksanakan seluruh protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19 diatas kapal. “Menciptakan pelayaran yang aman dan selamat merupakan komitmen kami. Pelni tetap membatasi jumlah penumpang diatas kapal, yakni sebesar 50% dari kapasitas. Para kru telah dilengkapi dengan APD yang wajib dipergunakan selama bertugas dan yang paling penting adalah para penumpang wajib menyertakan surat hasil rapid test ketika akan berpergian dengan kapal Pelni. Kami terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama menjalankan kegiatan operasional,” tutup Yahya. (son)