Jelang Idul Adha, Muatan Kapal Ternak Pelni Terus Meningkat

    19
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Jelang hari raya Idul Adha 1441 H/2020, muatan hewan ternak sapi pada KM Camara Nusantara 1, kapal ternak yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terus meningkat. Terhitung hingga pertengahan Juli ini, muatan hewan ternak sapi pada kapal yang dioperasikan oleh Pelni mencapai 2.968 ekor.

    Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menerangkan walaupun pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia empat bulan terakhir, Pelni mencatat distribusi dan kebutuhan akan hewan ternak masih akan terus meningkat, khususnya menjelang hari raya Idul Adha. “Pekan kedua Juli ini, KM Camara Nusantara 1 telah membawa 548 ekor sapi menuju Jakarta. Dari jumlah tersebut, 398 ekor sapi dibawa dari Kupang dan 150 ekor dibawa dari Waingapu,” terangnya.

    Yahya menambahkan, pada periode Agustus sampai dengan akhir tahun 2020, Manajemen menargetkan KM Camara Nusantara 1 mampu mengangkut hingga 3.850 ekor sapi. Target tersebut naik sebesar 24% dari realisasi pada periode yang sama di tahun 2019 yang sejumlah 2.891 ekor. “Kami terus berusaha untuk memaksimalkan kapal ini guna memenuhi kebutuhan hewan ternak sapi di Indonesia,” tambah Yahya.

    Kapal khusus ternak, KM Camara Nusantara 1, memiliki kapasitas hingga 550 hewan sapi dalam satu kali perjalanan dan melayani trayek Kupang – Waingapu – Tg. Priok – Cirebon – Kupang. Kapal tersebut juga didukung dengan jadwal pelayaran yang tetap dan teratur (linier), sehingga dapat memberikan kepastian waktu bagi para pengguna jasa untuk mempersiapkan dan mengirimkan hewan ternaknya.

    Sebagai informasi, pengguna jasa kapal ternak yang dioperasikan oleh Pelni ini adalah BUMN, BUMD, koperasi daerah, maupun badan hukum yang telah mendapatkan izin atau rekomendasi dari Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Daerah asal ternak.

    Hadirnya kapal khusus ternak turut membantu menjaga kualitas hewan hingga pelabuhan tujuan. Hal tersebut karena kapal telah didesign dengan memperhatikan prinsip animal welfare yang dapat membantu meminimalkan penyusutan bobot ternak sebesar 8 – 10 persen serta mengurangi tingkat stress hewan selama masa pelayaran. Hal ini berbeda saat hewan ternak diangkut dengan menggunakan kapal kargo. Cara muat dan bongkar hewan ternak ke atas kapal dapat membuat hewan stress dan mempengaruhi bobot hewan hingga lebih dari 13 persen. (son)