Penguasaan Teknologi Digital Bidang Pelayaran, Suatu Keniscayaan

    30
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo melantik lulusan Diklat Pelaut Tingkat I bidang Nautika dan Teknika Balai Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta dalam Upacara Bon Voyage. Upacara dengan mengadopsi tatanan kehidupan baru (New Normal) dilaksanakan di Aula BP3IP Jakarta, Rabu (22/7).

    Bon Voyage yang mengambil tema “By the 49th Bon Voyage, We Continue to Enhance the Seafarers Professionality to Compete in the New Normal Maritime Market”, diikuti sebanyak 59 orang pelaut yang telah menyelesaikan Diklat Pelaut tingkat I bidang Nautika dan Teknika, yang merupakan pendidikan kepelautan tertinggi Perwira Transportasi Laut di BP3IP Jakarta.

    Sugihardjo, saat memimpin upacara menyampaikan kepada para peserta Bon Voyage, untuk tidak cepat berpuas diri walaupun telah melalui pendidikan jenjang tertinggi dari Perwira Transportasi Laut, namun tetap mengembangkan kemampuan menghadapi digitalisasi di era Revolusi Industri 4.0 saat ini.

    “Dalam kondisi dunia yang terus mengalami perubahan, saya berharap pendidikan yang telah didapatkan selama berada di BP3IP ini dapat dijadikan modal dasar untuk terus menerus mengembangkan kemampuan diri.” ungkap Sugihardjo.

    Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa digitalisasi di dalam berbagai sarana transportasi termasuk kapal merupakan suatu keniscayaan, terutama pada masa Pandemi Covid-19 yang memaksa penggunaan teknologi yang lebih cepat.

    “Di masa Pandemi Covid-19 kemajuan teknologi dipercepat sekitar 10-15 tahun, pasca Covid-19 tentu dunia akan berubah, tidak akan kembali seperti semula, sarana transportasi akan lebih hi-tech, teknologi lebih modern, dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, untuk itu para lulusan harus mempersiapkan diri khususnya dikaitkan dengan digitalisasi dan autonomous.” ucap Sugihardjo.

    Sugihardjo mengungkapan bahwa digitalisasi dalam perkapalan telah diangkat di dalam sidang IMO tahun lalu, dimana muncul pembahasan tentang Autonomous Ship, dimana kapal bisa berlayar tanpa awak kapal.

    “Ke depan akan mengarah kepada Autonomous Ship, tetapi pelaksanaannya mungkin bertahap. Untuk untuk itu para lulusan harus menaruh perhatian dan meningkatkan penguasaan teknplogi digital di atas kapal,” tambah Sugihardjo.

    Di akhir sambutannya, Ia berpesan kepada para peserta Bon Voyage untuk terus menerapkan protokol Kesehatan pada saat kembali berlayar, karena Pandemi Covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

    “Pelaut memilki peran yang sangat besar di masa Pandemi Covid-19 saat ini, dimana saat ini seluruh moda transportasi yang mengangkut penumpang mengalami penurunan, namun distribusi logistik tetap mengandalkan transportasi laut termasuk untuk mendistribusikan alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Untuk itu saya minta kepada perusahaan pelayaran dan para pelaut untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, karena kesehatan merupakan yang utama.” tutup Sugihardjo.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala BP3IP, Capt. Weku Frederik Karuntu menyampaikan bahwa nantinya para lulusan yang dilantik hari ini dapat menyandang gelar master. Bagi peserta yang memperoleh sertifikat Ahli Nautika Tingkat I akan mendapat predikat Kepelautan Master Mariner (M.Mar) dan untuk Ahli Teknika Tingkat I akan mendapatkan predikat Kepelautan Master Mariner Engineer (M.Mar.E.). (son)