Gaji Rp 2 Juta, Milenial Sudah Bisa Miliki Rumah

    41
    JAKARTA (Bisnisjakarta)-
    PT Bank Negara Indonesia (BNI) mengungkapkan gaji minimal Rp2 juta sudah bisa mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank BUMN ini, khususnya untuk segmentasi milenial. “Punya income Rp2 juta sudah bisa akses (KPR) tergantung tipe rumah dan tenornya,” kata Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalis dalam webinar solusi properti untuk milenial di Jakarta, Kamis (23/7).

    Pada webinar yang digagas BNI & Forwada Media Update & Media Appreciation Day 2020 itu, Corina menyebut, saat ini bank pelat merah itu sedang membuka promo cicilan KPR yang cocok bagi kalangan milenial yang menjadi pangsa pasar potensial bagi industri properti.

    Usia milenial 18-35 tahun di Indonesia, lanjut dia, mencapai 90 juta orang atau lebih dari 33 persen dari jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018.

    Untuk menjangkau pangsa pasar itu, pihaknya mengadakan pameran properti dalam jaringan (daring) menyesuaikan kondisi pandemi COVID-19 di laman bnigriyaexpo.com, 17 Juli hingga 17 Agustus 2020.

    Dalam pameran ini, BNI mengeluarkan inovasi menyesuaikan karakter milenial yang ingin cepat dan praktis salah satunya dengan layanan digital untuk pengajuan KPR.

    Pihaknya menawarkan cicilan ringan dengan pilihan hanya membayar bunga saja hingga dua tahun dan suku bunga khusus mulai satu persen selama satu tahun.

    Tak hanya itu, ada diskon hingga 74 persen untuk biaya provisi dengan proses lebih sederhana dan dokumen dengan proses persetujuan instan serta jangka waktu cicilan hingga 30 tahun.

    Dalam pameran daring ini BNI menggandeng 59 pengembang mitra dengan 158 proyek perumahan di seluruh Indonesia.

    Tumbuh 5,6 Persen

    BNI mencatat realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) pada kuartal II 2020 tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan portofolio mencapai Rp44,8 triliun. “Secara nasional ini sekitar sembilan persen dari total KPR,” kata Corina.

    Menurut dia, pertumbuhan ini tidak terlepas dari inovasi dalam digitalisasi pengajuan KPR yang memudahkan bagi calon debitur termasuk promo yang gencar diadakan bank BUMN ini.

    Mengutip data Bank Indonesia, Corina mengungkapkan industri KPR nasional per April 2020 tumbuh 5,39 persen atau menurun dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 13,75 persen.

    Pada masa pandemi COVID-19 yang mulai muncul di Tanah Air pada awal Maret 2020, pertumbuhan industri KPR pada April 2020 turun 0,13 persen.

    Sementara itu, kenaikan harga properti di pasar primer pada kuartal pertama 2020 tumbuh melambat yang ditunjukkan dari indeks harga properti residensial yang menurun 1,68 persen dibandingkan posisi Desember 2019 sebesar 1,77 persen.

    Penjualan properti residensial pada kuartal pertama 2020 menurun signifikan hingga minus 43,18 persen dibandingkan periode sama tahun lalu di seluruh tipe rumah.

    Sedangkan, jumlah konsumen menggunakan KPR dalam pembelian properti residensial sebesar 74,73 persen pada kuartal pertama 2020.

    Corina optimistis pihaknya mampu mempertahankan pertumbuhan atau bahkan bisa ditingkatkan dari pencapaian pada kuartal kedua ini hingga akhir tahun karena BNI membuka promo baru KPR bagi milenial.

    Sementara itu, terkait angka kredit bermasalah (NPL) untuk KPR pada masa pandemi COVID-19 ini, ia mengungkapkan NPL BNI masih di bawah tiga persen. (son)