ITS, Sinergi Menuju Smart Transportation

    36
    TANGERANG (Bisnisjakarta)-
    Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Direktorat Angkutan Jalan menggelar Forum Intelligent Transportation System (ITS) Perkotaan guna mengenali serta meninjau implementasi ITS sebagai dukungan dalam infrastruktur kota untuk mencapai transportasi perkotaan yang saling bersinergi. Forum tersebut dilaksanakan di Tangerang, 22 – 24 Juli 2020.

    Dengan hadirnya transportasi perkotaan yang saling bersinergi dengan perkembangan teknologi informasi maka akan menghasilkan sistem transportasi cerdas. Kondisi yang ada saat ini di Indonesia seperti adanya kemacetan, pada akhirnya mengakibatkan polusi udara sehingga harus mulai berpikir tentang pengembangan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas dimana seluruh proses teknologi informasi, elektronika, serta telekomunikasi telah terintegrasi dalam penerapan manajemen transportasi sehingga pengelolaan layanan transportasi jalan menjadi lebih efektif dan efisien.

    Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan B. Wahyu Hapsoro mengatakan, pengembangan Sistem Manajemen Transportasi Cerdas ini memiliki fungsi sebagai alat pengawasan, deteksi, komunikasi, pengumpulan dan pemrosesan data  perencanaan dan pengaturan sistem transportasi juga sebagai informasi pengguna jalan secara real time.

    Hal ini sangat penting, kata Wahyu,  di mana pemerintah harus lebih concern dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dengan adanya sistem manajemen transportasi cerdas ini diharapkan masyarakat menjadi lebih mudah, nyaman, aman dalam beraktivitas.

    Sejalan dengan rencana pengembangan sistem manajeman transportasi cerdas, menurut Wahyu, ke depannya juga angkutan massal perkotaan ini akan menjadi lebih berkembang didukung oleh teknologi, serta adanya pengelolaan operasional kendaraan yang lebih profesional yaitu program Buy The Service (BTS).

    Ia pun mengakui bahwa di dalam program BTS ini juga sangat didukung oleh teknologi yang sangat mumpuni seperti penggunaan GPS, digitalisasi secara real time sehingga masyarakat mengetahui lokasi bus, cashless society, serta aplikasi “Teman Bus” yang dapat diunduh melalui smartphone. Sehingga, diharapkan program ini bisa disinergikan pula dengan program Sistem Manajemen Transportasi Cerdas.

    Wahyu menyebut, program ini menjadi salah satu pengembangan atas angkutan massal perkotaan dengan menggunakan skema BTS di lima kota besar yaitu Palembang, Solo, Medan, Yogyakarta, dan Denpasar. Program ini pun merupakan bagian dari langkah intervensi pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia sehingga muncul terobosan yang inovatif dan responsif terhadap program bantuan bus selama ini yang dinilai kurang berhasil.

    Sementara Kepala Seksi Angkutan Massal Hadi Setyabudi Pramono menyatakan, ke depannya diharapkan program BTS ini dapat memacu daerah-daerah agar mampu mengelola dan mengembangkan sarana maupun prasarana yang sudah dimiliki serta melakukan pembinaan yang baik dan tepat sasaran khususnya dalam sektor transportasi di masing-masing daerah.

    Hadi juga melaporkan acara ini dihadiri oleh sejumlah pihak yakni Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub), Para Direktur di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi, Kota/Kabupaten, Para Kepala Bagian dan Kasubdit di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Para Kepala BPTD atau yang mewakili, serta dari kalangan Akademisi dan Para Mitra. (son)