Tiga Menteri Luncurkan Aplikasi Ferizy di Pelabuhan Merak

    30
    BAKAUHENI (Bisnisjakarta)-
    Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dirut ASDP meresmikan aplikasi Ferizy untuk mempermudah perjalanan penumpang yang ingin melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan atau sebaliknya. “Dengan peresmian aplikasi Ferizy ini bisa mempermudah para penumpang yang ingin melakukan penyeberangan, tanpa harus melakukan antre atau penumpukan di tempat pembelian tiket,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat melakukan peluncuran aplikasi Ferizy di Dermaga Eksekutif Merak Banten, dipantau dari Bankauheni melalui Youtube milik ASDP, Sabtu (25/7).

    Menurut dia, aplikasi ini dapat digunakan oleh para pengendara yang hendak melakukan penyeberangan dari Bakauheni menuju Merak atau sebaliknya.

    Selain itu, dengan penggunaan aplikasi ini para calon penumpang juga dapat melakukan pemesanan paling lama 60 hari sebelum keberangkatan atau 5 jam sebelum berangkat. “Jadi sangat mudah dan gampang bila ingin melalukan pemesanan, bisa melalui aplikasi ini saja. Tidak harus lahi menumpuk dan datang ke tempat pembelian tiket, tetapi mesan dati rumah, di mana saja sudah dapat di pesan,” katanya

    Menteri BUMN Erick Thohir, mengucapkan terima kasih kepada ASDP yang telah melakukan banyak inovasi untuk mempermudah para pengguna jasa penyeberangan.

    Selain itu, dengan ini juga dapat mempermudah dan memaksimalkan integrasi daripada pelayanan publik ini. “In syaa Allah dengan niat yang baik ini bisa terlaksana dengan aman, lancar dan tidak ada hambatan selama aplikasi ini di gunakan,” jelasnya

    Erick menjelaskan, seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan penyeberangan ini wajib mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah seperti gunakan masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak. Karena dengan mematuhi protokol kesehatan berarti sudah dapat memutus rantai penyebaran COVID-19. “Melawan COVID-19 ini untuk kesadaran yang harus dibangun kepada diri kita sendiri dan masyarakat itu sendiri kalau masyarakatnya sayang kepada keluarganya, sayang kepada yang ada di rumah sudah seyogyanya yang namanya protokol COVID-19 harus diutamakan tidak ada lagi istilahnya harus diancam ancam pakai masker didenda baru pakai masker,” katanya.

    Ia mengimbau, dengan pakai masker, cuci tangan jaga jarak harus menjadi prioritas utama kalau mau kembali merasa aman. Pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah tiada henti-hentinya terus memastikan protokol COVID-19 ini terlaksana.

    Menteri BUMN dan rombongan pun langsung melakukan perjalanan ke Pelabuhan Bakauheni dan selanjutnya meninjau Menara Siger yang merupakan titik nol dari Sumatera dari Jawa. (son)