JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan inovasi diarahkan untuk penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing usaha tersebut. “Kata kuncinya adalah inovasi, tetapi inovasi ini harus diarahkan kepada transformasi digital dan penguatan UMKM,” kata Menristek Bambang dalam seminar virtual (webinar) Connecting Indonesia Discover What’s Possible, Jakarta, Kamis (25/2).

Untuk itu, UMKM benar-benar harus terkoneksi dengan dunia digital agar bisa mengikuti irama perkembangan bisnis ke depan. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga mendorong perbaikan dan kemajuan di sektor industri manufaktur. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, tentunya sumber daya manusia Indonesia atau talent pool harus benar-benar disiapkan dengan baik.

Banyak ahli-ahli di bidang digital maupun di bidang revolusi industri ke-4 sangat dibutuhkan untuk bisa menunjang transformasi digital. SDM Indonesia sendirilah yang diharapkan menghasilkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM, sehingga tidak sepenuhnya bergantung kepada teknologi yang didatangkan dari luar.

Penggunaan tingkat komponen dalam negeri juga diharapkan akan meningkat, dan adopsi teknologi terutama Big Data dan Internet of Things (IoT) akan makin dikuasai oleh ahli-ahli yang berasal dari Indonesia. Big Data dan IoT menjadi penting karena dua komponen dari revolusi industri ke-4 itu akan bisa mempercepat transformasi digital di Indonesia, dan ada banyak minat dan keahlian di bidang tersebut yang diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi pemain dalam bidang transformasi digital. *ant

Baca Juga :   Untuk Perangi Corona, Pemerintah Siapkan Rp400 Triliun