Investasi di Suramadu BKPM Tawarkan Rp 53,1 Triliun

Suasana di pinggiran pantai di sekitar jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur.

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) mempromosikan potensi investasi di kawasan sekitar Jembatan Suramadu, Jawa Timur, senilai Rp53,1 triliun dalam Suramadu Investment Gathering.

Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga dalam kegiatan Suramadu Investment Gathering di Jakarta, Senin, mengatakan ada dua lokasi kawasan yang ditawarkan yakni Kawasan Khusus Madura (KKM) dan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM). “Kami mengundang investor untuk bisa menanamkan modal di wilayah Suramadu,” katanya.

Meski menjadi bagian dari wilayah Jawa Timur yang jadi kontributor utama investasi nasional, masih banyak potensi alam dan sumber daya manusia di Madura yang belum tereksploitasi.

Sepanjang periode Januari-Juni 2017, Provinsi Jawa Timur berada di posisi ketiga dengan nilai investasi mencapai Rp33,9 triliun atau 10,1 persen dari total investasi yang masuk. “Infrastruktur di Madura juga terkendala oleh anggaran pemerintah makanya kami berharap swasta bisa menyelesaikan masalah keuangan ini,” kata Himawan.

Plt Kepala BPWS Herman Hidayat menuturkan dari empat kabupaten di Madura, keempatnya berada di urutan buncit se-Jawa Timur, yakni Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan.

Herman berharap pembangunan di dua kawasan itu dapat mendorong perekonomian Madura. “Karena APBN tidak bisa membiayai pembangunan di Suramadu ini, maka kami mengundang para investor untuk ikut membangun kawasan KKJSM dan KKM ini,” tukasnya.

Sejumlah proyek yang ditawarkan dalam Suramadu Investment Gathering di antaranya Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan dengan lahan 250 hektar dan estimasi nilai investasi mencapai Rp17,2 triliun, jalan tol sepanjang 15,3 kilometer yang terletak dilokasi KKJSM dengan nilai investasi mencapai Rp2,6 triliun, kawasan industri di Labang dengan luasan lahan 284 hektar dengan nilai investasi Rp17,5 triliun, kemudian Kawasan Industri di Klampis seluas 356,7 hektar dengan perkiraan nilai investasi Rp6,6 triliun.

Selain itu juga dua proyek CBD (Central Business District) dengan nilai investasi total Rp4,5 triliun, kemudian dua proyek perumahan dengan total estimasi nilai investasi Rp4 triliun, selanjutnya pengembangan wilayah pantai untuk pariwisata dengan luas lahan 18,5 hektar senilai Rp662 miliar, serta dua rest area seluas total 40 hektare dengan total nilai investasi Rp150 miliar. (son/ant)