Kekerasan Anak Tinggi Tangsel Gelar Kampanye Perlindungan Anak

TANGSEL – Kasus kekerasan terhadap anak di kota Tangerang Selatan (Tangsel)  dinilai kian memprihatinkan.  Untuk itu tiga instansi sekaligus akan segera terjun langsung ke sekolah sekolah untuk melakukan kampanye perlindungan anak. “Tiga instansi yang terlibat dalam kampanye anak yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3KAB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel. Mereka akan dibantu Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA),” ungkap Ketua P2TP2A Kota Tangsel, Herlina Mustikasari kemarin.

Lebih lanjut Herlina mengatakan, kampanye akan dilakukan di SD (Sekolah Dasar) se-Tangsel. Dilakukan dalam upacara bendera setiap hari Senin serentak di beberapa sekolah selama beberapa minggu sampai selesai. “Wajib dilakukan dan perlu bukan hanya di Tangsel, tapi di setiap daerah,” imbuhnya.

Herlina menambahkan, kekerasan terhadap anak seperti fenomena gunung es. Untuk itu, upaya sosialisasi harus terus digencarkan untuk melindungi anak. Sosialisasi diantaranya memberikan pengetahuan kepada anak bagian-bagian sensitif pada tubuh yang hanya boleh dipegang diri sendiri dan ibu, yakni mulut, dada, perut, sekitar kemaluan dan pantat. “Ini perlu diketahui anak anak agar mereka bisa menjaga diri mereka dari kekerasan seksual,” tandasnya.  (nov)