TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Baru dibangun satu tahun yang lalu, Gapura yang terletak persis di perbatasan Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) runtuh. Diduga robohnya gapura dikarenakan posisi gapura yang tepat di bibir kali Jaletreng memicu terkikisnya tanah yang menjadi pijakan gapura tersebut. “Gapura ada di bibir kali Jaletreng, mungkin saja terkikis tanahnya, bisa juga dari material dan cara pekerjaan yang tidak maksimal. Karena kami dari pihak kelurahan hanya sebatas usulan saja,” ungkap Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan di Kelurahan Setu, Atta Rosady.

Gapura tersebut baru dibangun 2016 dengan penanggung jawab pihak Dinas Tata Kota Tangsel. “Tetapi perusahaan atau CV apa saya tidak tahu,” kelitnya.

Menurut salah seorang warga sekitar, Danu gapura itu roboh setelah tersapu hujan yang mengguyur Tangsel pukul 15.00 kemarin. Danu mengaku melihat, gapura itu runtuh sekitar pukul 17.30. “Sepertinya pondasinya tidak kuat karena terkikis air. Seharusnya pihak kontraktor sudah memperhitungkan itu,” tandasnya.  Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (nov)