JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengincar satu gelar dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow, Skotlandia, 21-27 Agustus 2017. “Kami mengincar satu gelar juara dalam kejuaraan dunia baik itu di nomor ganda putra ataupun ganda campuran, tapi tentunya kami mau nomor lain juga menuai hasil terbaik,” kata manajer tim bulu tangkis Indonesia pada Kejuaraan Dunia Lius Pongoh, di Jakarta, Senin.

Jika dilihat skuat Indonesia di Kejuaraan Dunia, PBSI menurunkan kekuatan utamanya untuk berlaga di Glasgow seperti juara All England Open 2017 Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi serta Mohammad Ahsan/Rian Agung Susanto yang mengisi nomor ganda putra.

Lalu ada pasangan peraih medali emas Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir serta juara All England Open 2016 Praveen Jordan /Debby Susanto, di nomor ganda campuran. Harapan meraih satu gelar dari nomor ganda putra maupun ganda campuran, ujar Lius, merujuk prestasi bulu tangkis Indonesia jelang Kejuaraan Dunia, seperti di tahun 2015 silam.

Kala itu, Merah Putih berhasil menggondol medali emas lewat pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Tiga medali perunggu juga sukses dibawa pulang lewat Lindaweni Fanetri (tunggal putri), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri) dan Tontowi/Liliyana di ganda campuran.

Selain prestasi, kedua sektor ini memang sudah disiapkan khusus dengan mengikuti kamp pemusatan latihan tersendiri sejak satu bulan lalu. “Ganda putra sudah latihan khusus di PB Mutiara Cardinal Bandung pada 24-27 Juli lalu, sementara ganda campuran ke PB Djarum Kudus tanggal 30 Juli-5 Agustus kemarin,” kata Lius.

Sebagai informasi, dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 Indonesia akan diwakili oleh gabungan pemain-pemain Pelatnas dan non Pelatnas di lima nomor. Di tunggal putra, Indonesia diwakili oleh pemain Pelatnas Anthony Sinisuka Ginting dan nonpelatnas Tommy Sugiarto dan Sonny Dwi Kuncoro. Dalam putaran pertama, Anthony akan meladeni pemain Polandia Mateusz Dubowski, lalu Tommy menghadapi pemain Hong Kong Hu Yun, sedangkan Sonny akan bertarung dengan pemain Republik Ceko Milan Ludik.

Adapun di ganda putra, selain Marcus/Kevin dan Angga/Ricky yang mendapatkan fasilitas bye, Indonesia diwakili oleh Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro yang harus menjalani laga putaran pertama menghadapi duet Swedia Richard Eidestedt/Nico Ruponen.

Sedangkan di ganda campuran, selain Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby yang mendapatkan fasilitas bye, dua pasangan lainnya yang mewakili Indonesia di nomor ini adalah pemain non Pelatnas, Lukhi Apri Nugroho/Ririn Amelia, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini yang harus menjalani laga putaran pertama. Lukhi/Ririn harus menghadapi pasangan Kanada Toby Ng/Rachel Honderich, sedangkan Irfan/Weni akan menjajal kemampuan duet Prancis Ronan Labar/Audrey Fontaine.

Sementara itu, pemain non-Pelatnas Lyanny Alessandra Mainaky akan menjadi andalan satu-satunya Indonesia di tunggal putri. Dia harus menjalani laga putaran pertama melawan wakil Mauritius Kate Foo Kune.

Setali tiga uang dengan tungga putri, di nomor gand putri, pemain non pelatnas Ririn Amelia akan menjadi wakil satu-satunya Indonesia dengan berpasangan bersama pemain Malaysia Anna Ching Yik Cheong. Mereka harus menjalani pertarungan menghadapi pasangan Ashwini Ponnappa/Reddy N. Sikki di putaran pertamanya yang akan berlangsung pada 21 Agustus 2017. (grd/ant)