NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan risalah dari pertemuan terakhir Bank Sentral AS atau Federal Reserve.

Risalah dari pertemuan Fed pada Juli menunjukkan perdebatan tentang kapan harus menaikkan suku bunga. Beberapa peserta menyatakan kekhawatiran tentang penurunan inflasi baru-baru ini dan mengatakan Fed dapat sabar dalam situasi saat ini. Namun, anggota-anggota hawkish lainnya khawatir dengan risiko yang timbul dari pasar tenaga kerja yang telah mencapai lapangan kerja penuh dan diproyeksikan akan mengetat lebih lanjut. Di bidang ekonomi, housing starts (rumah baru dibangun) yang dimiliki secara pribadi di AS pada Juli berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,155 juta unit, lebih lemah dari perkiraan, Departemen Perdagangan melaporkan pada Rabu (16/8).

Angka tersebut, 4,8 persen di bawah perkiraan Juni yang direvisi dan 5,6 persen di bawah tingkat Juli 2016. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,33 persen menjadi 93,543 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1775 dolar AS dari 1,1732 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,2885 dolar AS dari 1,2865 dolar AS. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7917 dolar AS dari 0,7816 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,12 yen Jepang, lebih rendah dari 110,51 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9661 franc Swiss dari 0,9730 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2673 dolar Kanada dari 1.2764 dolar Kanada. (grd/ant)