Jakarta, 18/8 (Bisnis Jakarta) – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, dibuka melemah sebesar 12,27 poin dipicu sentimen eksternal yang cenderung negatif.

IHSG BEI dibuka turun 12,27 poin atau 0,21 persen menjadi 5.879,67 poin. Begitu pula, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 3,09 poin (0,32 persen) menjadi 979,25 poin.

“Kenaikan IHSG sejak awal pekan ini membuka peluang aksi ambil untung oleh pemodal. Situasi itu menahan laju IHSG untuk bergerak di area positif,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, lanjut dia, melemahnya bursa saham di kawasan Asia juga turut menjadi faktor penahan laju IHSG. Sentimen mengenai uji coba nuklir dan dua rudal balastik oleh Korea Utara masih membahayakan perdamaian dunia.

Selain itu, dia mengatakan bahwa hubungan antara Venezuela dan Amerika Serikat serta beberapa negara Amerika Latin juga mengalami ketegangan. Kondisi itu membuat pelaku pasar saham khawatir.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada berharap kondisi eksternal yang kurang kondusif itu dapat diimbangi oleh sentimen dari dalam negeri yang optimistis.

“Nota keuangan RAPBN 2018 cukup optimistis. Situasi itu dapat memicu investor masuk lagi sehingga IHSG dapat kembali ke area positif,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 205,70 poin (1,05 persen) ke 19.497,01, indeks Hang Seng melemah 319,88 poin (1,17 persen) ke 27.024,34, dan Straits Times melemah 17,39 poin (0,55 persen) ke posisi 3.251,21. (Antara)