Indeks IBEX-35 Spanyol Jatuh Di Bawah 10.500 Poin

Bursa Saham Madrid (bahasa Spanyol: Bolsa de Madrid; pengucapan bahasa Spanyol: [ˈbolsa ðe ˈmaðɾið]) adalah bursa efek terbesar di Spanyol yang perdagangan saham dan obligasi konversi dan efek pendapatan tetap, dan kedua utang pemerintah dan sektor swasta. Bursa Saham Madrid secara resmi didirikan pada tahun 1831, dan sekarang dimiliki oleh Bolsas y Mercados Españoles.

Madrid, 18/8 ( Bisnis Jakarta ) – Bursa saham Spanyol berakhir jatuh pada Kamis (17/8), dengan indeks acuan IBEX-35 turun hampir satu persentase poin dan tergelincir kembali di bawah angka 10.500 poin karena bank-bank negara tersebut mengalami kerugian penting.

IBEX-35 dibuka pada level 10.544,30 poin setelah kenaikan selama tiga hari berturut-turut, namun menutup hari keempat perdagangan minggu ini pada 10.443,80 poin, atau turun 0,95 persen.

Indeks acuan Spanyol mengalami kerugian terburuk di Eropa pada hari-hari kemunduran di seluruh benua, terutama sebagai akibat indikasi bahwa Federal Reserve System pada Rabu (16/8) menyatakan bahwa pihaknya bersedia menunda kenaikan suku bunga hingga 2018.

Kabar tersebut memukul sektor perbankan dengan kerugian umum di Spanyol, dengan Banco Santander kehilangan 2,50 persen, Bankia merosot 1,64 persen, BBVA berkurang 1,90 persen, Banco Sabadell mundur 1,88 persen, Bankinter melemah 1,80 persen dan Caixabank turun 1,77 persen.

Gas Natural sebaliknya melihat kenaikan harga sahamnya sebesar 0,52 persen, sedangkan saham Acerinox meningkat sebesar 0,68 persen.

Sementara itu, premi risiko ditutup pada 100,7 poin sedangkan suku bunga obligasi 10-tahun tercatat 1,43 persen. (Antara/Xinhua)